Bestprofit Futures Jakarta

Jumlah pengguna mariyuana di Amerika Serikat meningkat tajam sebanyak 10 juta orang dari 2002 hingga 2014.

Temuan itu merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet Psychiatry pada Kamis (1/9).

Peningkatan ini disebabkan berkembangnya anggapan bahwa mariyuana tidak berbahaya dan kerap digunakan pula untuk keperluan rekreasional.

Berdasar survei terhadap lebih dari 500 ribu otang individu dewasa di AS antara 2002 dan 2014, studi itu menemukan bahwa penggunaan mariyuana naik 10,4 persen dari populasi pada 2002 menjadi 13,3 persen pada 2014. Jumlahnya, dari 21,9 juta menjadi 31, 9 juta orang Bestprofit Futures Jakarta.

Angka penggunaan harian atau hampir setiap hari adalah 8,4 juta pada 2014, menurut perkiraan mereka, naik dari 3,9 juta pada 2002.

Jumlah orang yang mengaku mereka takut akan dampak buruk akibat mengisap mariyuana sekali atau dua kali sepekan, turun 50,4 persen ke 33,3 persen dalam periode yang sama.

Penelitian ini tidak menemukan peningkatan gangguan penggunaan seperti ketergantungan terhadap mariyuana.

Penggunaan mariyuana di kalangan anak-anak dan remaja juga tidak menjadi bagian penelitian.

“Perubahan dalam kelaziman penggunaan kanabis terjadi dalam periode ketika banyak negara bagian AS melegalisasi kanabis untuk keperluan medis, namun sebelum empat negara bagian melegalisasi penggunaan rekreasional kanabis,” kata peneliti Micahel Lynskey dan Wayne Hall dalam jurnal itu.

“Mungkin terlalu cepat untuk menyimpulkan soal efek dari perubahan hukum dalam penggunaan kanabis dan kerusakan yang terkait dengan kanabis, namun sepertinya bahwa perubahana kebijakan ini akan meningkatkan kelaziman dan frekuensi penggunaan kanabis,” tambah mereka.

Meski begitu, d Inggris, yang terjadi adalah sebaliknya. Dalam komentar Robin Murray dari Kings College London di jurnal yang sama, penggunaan mariyuana di Inggris turun dalam sepuluh tahun terakhir.

Pasien Kanada yang membutuhkan pengobatan dengan mariyuana diperbolehkan menanam tanaman itu sendiri.

Badan Kesehatan Kanada mengatakan pasien yang membutuhkan mariyuana juga bisa tetap membeli tanaman itu ke salah satu dari 34 produsen yang memiliki lisensi pemerintah. Namun ditegaskan pula bahwa penjual ganja yang tidak memiliki lisensi tidak diperbolehkan menjual ganja baik untuk alasan medis atau lainnya.

“Operasi itu disuplai secara ilegal, dan menyediakan produk yang tak diatur, dan bisa tidak aman. Distribusi ilegal dan penjualan kanabis di Kanada akan dikenakan tindakan sesuai hukum,” ujar Badan Kesehatan Kanada pada Kamis (11/8).

Perubahan ini terjadi bersamaan ketika Kanada dan negara tetangganya, Amerika Serikat, sedang mempertimbangkan untuk melegalisasi mariyuana bagi keperluan medis atau rekreasi.

Trudeau ketika berkampanye berjanji untuk melegalkan mariyuana dan pemerintah mengatakan akan mengajukan aturan itu tahun depan.

Di AS, 25 negara bagian telah menyetujui penggunaan mariyuana untuk keperluan medis, empat di antaranya bahkan membolehkan penggunaan mariyuana untuk rekreasi. Sementara sembilan negara bagian lain sedang membahas rancangan undang-undang penggunaan mariyuana untuk medis dan rekreasi.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)