http://www.cnnindonesia.com

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo dihadapan 350 CEO perusahaan terkemuka di Singapura mengungkapkan perbedaan mendasar antara pemerintahan yang dipimpinnya dengan pemerintahan era sebelumnya. Bukan hanya sebatas wacana, kata Jokowi, eksekusi riil kebijakan pembangunan diklaimnya sebagai bukti nyata dari keunggulan pemerintahannya.

Beberapa bukti yang dibeberkan Jokowi dalam Indonesia-Singapore Business Dialogue di Hotel Shangri La, Singapura, Selasa (28/7) antara lain penyebaran  21,4 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 86,4 juta Kartu Indonesia (KIS) sejak Desember 2014.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur, Jokowi mengatakan perbaikan perluasan kapasitas sejumlah pelabuhan di Indonesia menjadi bukti kerja nyata Kabinet Kerja. Antara lain pembangunan besar-besaran Pelabuhan Kuala Tanjung yang terpadu dengan zona industri di Sumatera Utara, serta perluasan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok dan pembangunan pelabuhan di Sorong, Papua Barat.

Bukti lainnya, lanjut Jokowi, pembangunan pembangkit listrik di Batam dan Jawa Tengah. “Sebuah proyek pembangkir listrik miliaran dollar AS di Batang (Jateng) dirancang untuk menjadi pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara,” tutur Jokowi seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Rabu (29/7).

Ekonom “Sakit”

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan Pemerintah Indonesia tidak bisa menunda lagi untuk melakukan perubahan mendasar di bidang perekonomian. Meskipun pada tahap-tahap awal pembangunan akan ada yang merasa “sakit” dengan perubahan itu, tetapi Jokowi mengaku mendapatkan banyak apresiasi atas kebijakan ekonominya itu.

“Satu-satunya orang yang mengeluh adalah ekonom. Saya percaya masyarakat Indonesia  sangat bijaksana, mereka memahami tidak ada keuntungan tanpa rasa sakit, tidak ada kemakmuran tanpa kerja keras, tidak ada kemajuan tanpa pengorbanan,” tutur Jokowi.