Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 2pIndeks saham utama Amerika Serikat ditutup melemah, pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu waktu New York.

 

Hal itu dipicu, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin 15 September 2014, karena investor memilih bersikap hati-hati menjelang pengumumam kebijakan The Fed pada Rabu pekan ini.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average dan S & P 500 ditutup mendekati level terendah dalam 3 pekan. Indeks Dow Jones berakhir melemah 61,4 poin (0,36 persen) ke level 16.987,51.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 11,9 poin (0,6 persen) ke level 1.985,54. Adapun, indeks Nasdaq turun 24,2 poin (0,53 persen) ke level 4.567,6.

 

Selain dampak berita pengumuman dari Bank Sentral, sebagian besar analis mengatakan bahwa saham bereaksi terhadap kelebihan pembelian (overbought) dalam beberapa minggu terakhir.

 

“Penurunan saham untuk “reposisi” menunjukkan pertanda yang baik bagi pasar,” ujar JJ Kinahan, Chief Strategist TD Ameritrade.

 

Federal Reserve pada pekan ini akan rapat dan menyampaikan pengumuman terkait rincian pelonggaran kebijkan moneter atau quantitative easing yang akan dilakukan dan soal kenaikan suku bunga.

 

Banyak spekulasi yang muncul terkait sikap yang akan diambil The Fed terhadap suku bunga, sehingga pasar bergerak lebih rendah, meskipun data penjualan ritel dan konsumen menunjukkan hal yang positif.

 

Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi melonjak menjadi 2,61 persen.

 

Pada JUmat akhir pekan lalu, Uni Eropa juga menerapkan sanksi baru terhadap Rusia, seperti yang dilakukan Amerika Serikat, yak mengintensifkan pembatasan pada sektor financial, pertahanan, dan energi Rusia.

 

Sanksi itu menargetkan Sberbank, lembaga keuangan terbesar di Rusia, dan melarang perusahaan-perusahaan energi Rusia menggunakan jasa, barang dan teknologi AS pada proyek-proyek yang melibatkan pengeboran lepas pantai Arktik atau pemerahan minyak shale.

 

Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja melaporkan penurunan terbesar dalam sembilan bukan untuk harga impor AS, yang jatuh pada Agustus.

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya mendekati 13,5.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 672 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,1 miliar unit saham.