Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 2nIndeks saham utama di pasar Asia, menguat pada awal perdagangan Jumat 22 Agustus 2014, atau mengikuti jejak keuntungan di bursa Wall Street, Amerika Serikat tadi malam.

 

Perdagangan di bursa Asia diperkirakan dalam volume yang ringan, karena investor menunggu petunjuk dari pertemuan para pejabat bank sentral AS di Jackson Hole, terkait kemungkinan suku bunga dinaikkan.

 

Seperti diberitakan CNBC, indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini menguat 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Jepang ini memperpanjang kenaikan menjadi yang ke-10 hari berturut-turut, karena nilai tukar yen yang terus melemah terhadap dolar AS.

 

Di antara saham yang menguat, SMFG reli 1,2 persen dan Tokyo Electric power naik 1,3 persen.

 

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney pun menguat 0,4 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini merangkak naik pada akhir pekan ini, karena investor terus mencerna berbagai laporan pendapatan perusahaan.

 

Saham produsen minyak dan gas Santos naik 3,8 persen, setelah melaporkan kenaikan tiga persen pada laba inti semester pertama tahun ini yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.

 

Saham penambang pasir mineral Iluka Resources naik 4,7 persen, meskipun melaporkan penurunan hampir 70 persen laba bersih setahun penuh.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul menguat 0,3 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini membalas kerugian tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.

 

Saham Hyundai Motor tetap menjadi sorotan di pasar, lantaran serikat pekerja yang akan menggelar aksi pemogokan hari ini. Saham produsen mobil ini diperdagangkan 0,2 persen lebih tinggi pada pembukaan, setelah mengalami penurunan satu persen pada hari Kamis.

 

Pasar Asia Tenggara turut diamati. Perkembangan politik akan menempatkan saham Indonesia dan Thailand pada pantauan investor. Mahkamah Konstitusi di Indonesia pada Kamis kemarin menegaskan ketetapan Komisi Pemilihan Umum terkait pemenang pemilihan presiden pada Juli lalu.

 

Keputusan ini membuka jalan bagi Joko Widodo untuk mengambil alih kepemimpinan untuk periode lima tahun mendatang di Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. (asp)