Jalan Tol Truk di Priok Rampung Akhir 2015

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 1oPembangunan jalan tol akses Tanjung Priok saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen. Jalan tol ini ditargetkan bisa rampung dan beroperasi pada akhir 2015.

 

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Nurhadi, kepada VIVAnews, Rabu 6 Juli 2014, mengatakan ada dua titik lahan yang belum dibebaskan yakni Koja dan Kalibaru.

 

Dia merinci, pembangunan proyek untuk ruas E2 (Cilincing-Jampea) sudah mencapai 62 persen, dengan nilai kontrak sebesar Rp1.040.085.195.395, yang dikerjakan kontraktor Kajima–Waskita JO.

 

Ia melanjutkan, untuk ruas Bogasari-Jampea, pembangunannya mencapai 60 persen dengan nilai kontrak sebesar Rp1 triliun.

 

Ruas ini dikerjakan oleh Obayashi – Jaya Konstruksi JO. Sedangkan ruas NS Direct, progresnya telah mencapai 60 persen, dan ruas NS Link mencapai 100 persen dengan nilai kontrak senilai Rp489,82 miliar.

 

Bambang menargetkan, dalam waktu dekat tanah-tanah yang belum bebas tersebut sudah bisa diselesaikan karena akan dibawa ke pengadlan untuk proses konstinyasi.

 

Ia mengungkapkan, untuk Seksi E2 (Area Kali Baru) Semula terdapat 81 pemilik bangunan di atas tanah HPL 1 Pelindo. Penyelesaian tanah, atau bangunan di lokasi ini menggunakan penilaian Appraisal Independen sesuai dari Legal Opinion Tim Jamdatun Kejaksaan Agung RI.

 

Nilai Uang Ganti Rugi yang diberikan kepada warga pun berkisar antara Rp1.250.000 s/d Rp1.900.000 per meter persegi. Ia mengatakan bahwa saat ini, tersisa 11 pemilik bangunan di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 1 tersebut, dan sudah dalam tahapan proses konsinyasi yang diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

 

“Untuk melakukan langkah selanjutnya pengamanan, penertiban, dan pembongkaran sesuai dengan Peraturan dan Perundangan yang ada diperlukan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini sedang diproses di Pemprov DKI Jakarta,” katanya.

 

Jalan tol ini, menurut Bambang, akan menjadi jalan pintas untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta melalui arah Timur – Utara dan Barat atau sebaliknya.

 

Tol ini, lanjutnya, akan menghubungkan jaringan jalan tol lingkar luar Jakarta (JORR) dengan jalan tol dalam kota. Jalan tol ini, menurutnya, jika dioperasikan akan tol dilewati 1.500-3.000 truk setiap harinya. (asp)