Investor Pilih Hati-hati, Wall Street Bervariasi

http://bisnis.news.viva.co.id

Indeks Nasdaq turun 48,70 poin ke level terendah sejak 31 Juli lalu.

VIVAnews – Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup bervariasi di akhir perdagangan Senin waktu New York, dengan saham sektor teknologi tercatat paling merugi.

Hal itu terjadi, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa 16 September 2014, karena investor lebih memilih bersikap hati-hati menjelang rapat Federal Reserve untuk menentukan kebijakan kelonggaran moneter.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 43,63 poin (0,3 persen) ke level 17.031,14, dengan saham Pfizer menjadi saham bluechip yang paling mendapatkan keuntungan dari 30 komponen penyokong indeks.

Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 1,41 poin (0,1 persen) ke level 1.984,13, dengan saham sektor energi paling terpukul dari 10 sektor penyokong indeks, setelah sebelumnya mencetak rekor.

Adapun, indeks Nasdaq turun 48,70 poin (1,1 persen) ke level 4.518,90, atau level terendah sejak 31 Juli lalu.

Saham Facebook anjlok 3,7 persen, yang diperkirakan akan membatasi keuntungan pada tahun ini, dari sebelumnya diprediksi naik 36 persen. Saham TripAdvisor juga turun 4,1 persen. Sedangkan saham Netflix melemah empat persen.

Saham Molson Coors Brewing bergerak reli, setelah mengumumkan akan melakukan merger dengan sebuah perusahaan bir. Sedangkan saham Yahoo, yang memegang 23 persen saham di Alibaba, berbalik lebih rendah sebagai imbas dari rencana e-commerce terbesar di Tiongkok yang akan melakukan IPO.

Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun dua basis poin menjadi 2,58 persen.

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya naik 6,1 persen menjadi 14,12.

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 591 juta unit saham, dengan volume komposit mendekati 32,8 miliar unit saham.

The Fed akan menggelar The Federal Open Market Comittee pada Rabu mendatang, yang diharapkan akan berpandangan positif terhadap pemulihan ekonomi AS dan mulai menaikkan suku bunga acuan.