Investor di Pasar Asia Hati-hati Jelang Rilis Data Ekonomi Tiongkok

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 15Gerakan saham-saham di pasar Asia cenderung beragam di awal sesi perdagangan Selasa. Kondisi ini dipengaruhi sikap hati-hati para investor menjelang laporan data ekonomi Tiongkok.

 

Seperti diberitakan CNBC, Selasa 1 Juli 2014, indeks pembelian manajer (purchasing manager’s index/PMI) untuk bulan Juni di Tiongkok, menurut laporan resmi pemerintah mencapai level 5,1 atau sesuai perkiraan para analis sebelumnya. Angka PMI ini naik dari posisi 50,8 pada bulan Mei. Sementara itu, pasar menantikan data PMI dari HSBC yang akan dirilis hari ini sebagai pembanding.

 

Perhatian juga tertuju pada laporan Selasa pagi bahwa Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengakhiri gencatan senjata dengan pemberontak pro-Rusia di wilayah timur negara itu. Masing-masing pihak telah menerapkan gencatan senjata pada 20 Juni, tetapi menurut Poroshenko pemberontak telah melanggar gencatan senjata beberapa kali.

 

Penutupan sesi perdagangan Senin di Wall Street menunjukkan saham-saham AS berakhir dengan posisi bervariasi. Indesk blue chips seperti Dow Jones dan S&P 500 menutup sesi dengan keuntungan kuartalan untuk keenam kali. Selama semester pertama, S&P 500 telah memperoleh kenaikan enam persen dan Nasdaq lima persen.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,9 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini melonjak meskipun survei Bank of Japan’s Tankan menunjukkan sentimen bisnis anjlok dalam tiga bulan hingga Juni.

 

Kenaikan indeks Nikkei juga mengabaikan penguatan yen, yang terus diperdagangkan mendekati level tertinggi terhadap dolar AS dalam kurun enam minggu terakhir.

 

Saham produsen mobil naik tipis setelah data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan pembuat mobil mendorong investasi pda pabrik mereka di AS dengan nilai lebih dari US$5 miliar. Saham Toyota Motor dan Nissan Motor naik masing-masing 1,3 persen dan 0,5 persen.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,2persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini menikmati rebound sederhana, setelah mencetak penurunan mendekati level terendah dalam rekor dua pekan terakhir pada Senin kemarin. Rebound ini dipengaruhi pengumuman keputusan bank sentral The Reserve Bank of Australia (RBA) yang mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga.

 

Saham National Australia Bank menguat 0,2 persen, setelah dilaporkan tengah menjajaki kemitraan strategis untuk jasa kustodian.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,5 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini mundur, setelah naik ke posisi tertinggi sejak rekor 12 Juni di sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan indeks terseret oleh penurunan 1,3 persen pada saham Samsung Electronics. (asp)