http://www.merdeka.com

Merdeka.com – Indonesia masih mempunyai daya tarik di mata investor asing. Investasi semakin terbuka lebar lantaran pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berambisi membangun pelbagai macam infrastruktur. Secara tidak langsung, ini merangsang pemodal menanamkan dananya di Indonesia.

Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi dalam bentuk modal. Sebab, arus dana asing yang masuk ke Indonesia harus dibarengi dengan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

“Maka itu perlu pula investasi SDM yang berkompeten untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

“Jadi jangan sampe Anda punya duit, mau bangun infrastruktur tapi tidak punya tenaga kerja yang kompeten. Malah pakai tenaga kerja dari luar,” tambahnya.

Hanif menjelaskan, investasi SDM diarahkan ke pendidikan formal melalui sekolah dan pendidikan tinggi yang khusus seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik. Calon tenaga kerja lulusan pendidikan khusus masih sangat kurang untuk menunjang pembangunan nasional.

“Kebutuhan industri yang besar ditambah kebutuhan pembangunan besar ditambah pula dengan pertumbuhan sekarang ini harus melakukan percepatan infrastruktur. Hal ini menuntut tenaga kerja terampil dan SDM yang berkompeten di bidang itu. Misal insinyur kita butuh puluhan ribu insinyur. Ini kan harus dicukupi,” ujar Hanif.

Dia menegaskan, pemerintahan Jokowi-JK fokus pada percepatan infrastruktur dan pembangunan sektor pangan. Program tersebut sudah tentu memerlukan tenaga kerja andal dan terampil agar bisa berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pada multisektor.

“Ketika melakukan percepatan ini misal bangun bandara, rel kereta api, tol laut. Nah ini semua membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Terutama yang teknik-teknik. Nah berarti kita harus memenuhi kebutuhan itu,” tandas Hanif.