Bestprofit Futures Jakarta

Komedian Hendrik Ceper mengembuskan napas terakhirnya di Singaparna Medika Citrautama, Minggu dini hari (3/7/2016).

Sebelum wafat, Hendrik Ceper sempat berwasiat pada istrinya, Nur Djalilah.

Menurut Nur Djalilah, saat tiba di rumahnya, di Kampung Bageur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, 19 Juni lalu, Hendrik berpesan agar Nur bisa menjaga putri sematawayangnya, Raya Katrina Putri Ramadani.

“Kang Hendrik berpesan kepada saya, yang sabar, rezeki sudah ada yang mengatur. Besarkan anak dengan baik,” kata Nur seperti dilansir TRIBUN TIMUR.

Selain wasiat tersebut, sebelum koma Hendrik rupanya sempat membelikan istri dan anaknya hadiah lebaran berupa baju.

Baca Juga Blue Safir dan Bacan Batu Mulia Favorit Lebaran

“Pas pulang kerja kesini dari pabrik, sempat bawa baju buat saya sama dede ( Raya). Katanya ‘Nih buat lebaran’ gitu katanya,” ujar Nur Zalilah, Minggu (3/7/2016).

Dengan nada lirih seraya menangis terisak, Nur Zalilah mengungkapkan kesedihannya dan kerinduannya pada Hendrik untuk merayakan bulan Ramadan dan lebaran secara bersama-sama.

“Sedih banget padahal tadinya sudah bisa kasih perkembangan dikit-dikit, sekarang malah begini. Sedih banget nggak bisa buka puasa-sahur bareng lagi, lebaran juga sudah nggak bisa bareng lagi,” tutur Nur Zalilah seraya menangis.

Hendrik meninggal akibat kelainan gagal fungsi adrenalin atau Hypertiroid.

Dia meninggalkan istri dan anak semata wayangnya, Katrina Putri Ramadani, buah hasil perkawinannya dengan Nur selama tujuh tahun.

“Anak tepat satu tahun 24 Juni kemarin. Dia menangis terus karena biasanya kalau bapaknya pulang, suka diajak main,” kata Nur.

Mungkin Hendrik Ceper sekarang terlihat sederhana, kalem, rendah hati tidak seperti di awal kehidupan remajanya ia adalah remaja yang nakal sampai-sampai dia di Drop Out oleh sekolahnya.

Setelah ia dikeluarkan dari sekolahnya Hendrik pun menjadi “gembel” di daerah kisaran Jakarta Timur.

Ia mengemis dan menjadi gelandangan untuk mendapatkan uang.

Selepas ia menjadi “gembel” mengemis di jalan, ia pun seperti menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadiannya saat itu, yakni slengean, urakan, dan gemar berkelahi.

Dengan kepribadiaanya itu ia pun bekerja sebagai Penagih Hutang atau debt collector.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)