http://vibiznews.com

Pemerintah Indonesia sangat berharap peran investasi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2015 ini lebih besar. Untuk mendukung hal ini, pemerintah Indonesia tengah mengupayakan agar sejumlah fasilitas insentif dapat diberikan agar dapat mendorong tumbuhnya investasi, tidak hanya itu, reformasi struktural perekonomian Indonesia juga sedang diupayakan yang semula selalu mengandalkan kekuatan konsumsi domestik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menjadi basis investasi.

Meski demikian, bukan berarti investasi menjadi satu-satunya sumber pertumbuhan ekonomi yang dominan dalam PDB ke depannya. Namun mengikuti jejak negara terdahulu, Tiongkok yang pada beberapa tahun lalu berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi hingga dua digit disebabkan investasi yang tumbuh baik. Oleh karena itu, jajaran pemerintahan menargetkan pertumbuhan investasi hingga 8 persen pada tahun ini tidak hanya didorong dari swasta, melainkan juga belanja infrastruktur pemerintah.

Menteri Keuangan RI, Bambang PS Brodjonegoro menyatakan bahwa dalam aturan baru terkait tax allowance pemerintah juga memberikan extra allowance. Namun, ada syarat bagi Wajib Pajak Badan yang bisa mendapatkan fasilitas extra allowance ini., misalnya Wajib Pajak yang menginvestasikan kembali earning after tax (EAT)-nya maka akan mendapatkan fasilitas tambahan lagi. Selain itu pemerintah juga memberikan fasilitas penyusutan atau amortisasi dipercepat, serta kompensasi kerugian selama dua tahun atas kerugian pada saat tahun terjadinya, sebesar proporsi EAT terhadap total nilai perluasan usaha.

Adapun tujuan dari diberikannya fasilitas tax allowance ini adalah untuk mendorong kegiatan investasi langsung di Indonesia, baik melalui penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri di sektor tertentu. Secara umum, kriteria umum Wajib Pajak yang berhak menerima fasilitas ini ialah yang memiliki nilai investasi yang tinggi, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, atau memiliki kandungan lokal tinggi.

Seperti telah dilaporkan sebelumnya, bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1/2015 lalu melambat dimana hanya tercatat sebesar 4,71 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode sama tahun lalu yang mencapai 5,14 persen. Perlambatan yang terjadi pada kuartal pertama ini dirediksi masih akan berlanjut hingga kuartal II/2015 ini.