VIVAnews – Pasar saham Asia memulai transaksi pada awal pekan ini dengan bergerak lebih tinggi, menyusul adanya estafet sentimen positif dari penutupan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu.

Seperti diberitakan CNBC, Senin 26 Mei 2014, pasar saham Jepang memperpanjang keuntungan dalam sesi ketiga dengan Osaka berjangka bertambah satu persen ke level 14.590, atau naik lebih dari 100 poin dari penutupan indeks acuan Jepang, Nikkei pada Jumat akhir pekan lalu di level 14.462.

Saham Australia dibuka lebih tinggi, dengan indeks berjangka menguat 0,1 persen (22 poin) pada level 5.514, dibanding penutupan indeks acuan ASX 200 pada Jumat lalu.

Indeks saham Wall Street kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat lalu di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, menyusul laporan penjualan rumah baru pada April yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.

Departemen Perdagangan AS merilis data penjualan rumah baru pada April naik 6,4 persen, menghentikan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 63,19 poin (0,4 persen) ke level 16.606,27. Sedangkan indeks S & P 500 berakhir naik 8,04 poin (0,4 persen) menjadi 1.900,53 dan indeks Nasdaq menguat 31,47 poin (0,8 persen) di posisi 4.185,81.

Saham Jepang mungkin mendapatkan dorongan, setelah sebuah survei di surat kabar Nikkei yang memaparkan rata-rata pemberian bonus kepada tenaga kerja selama musim panas akan lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir yakni dengan rata-rata enam persen.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah berusaha untuk menekan inflasi untuk membantu meningkatkan perekonomian, dengan inflasi upah menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dicapai.

Perkembangan politik selama akhir pekan juga menjadi sorotan. Di Ukraina, miliarder Petro Poroshenko memenangkan pemilihan presiden dengan perolehan suara hanya di bawah 56 persen.

Poroshenko berjanji untuk mengembalikan negara itu ke situasi yang lebih kondusif, setelah berbulan-bulan terjadi pertempuran dengan pasukan separatis pro-Rusia dan pemerintah.

Sementara itu, Panglima Militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha, dijadwalkan akan memenuhi perintah kerajaan hari ini, yakni mengangkat dia sebagai Kepala Pusat untuk Pengelola Ketentraman dan Ketertiban (CMPO) untuk lebih memperkuat keamanan. (asp)