Bestprofit Futures Jakarta

http://bisnis.news.viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

VIVA.co.id – Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini merilis daftar negara dengan pertumbuhan ekonomi terburuk sepanjang tahun lalu.

Dilansir CNN Money, Selasa, 26 Januari 2016, Rusia menjadi negara baru dalam daftar tersebut. Ekonomi Rusia sepanjang tahun lalu menyusut minus 3,5 persen, yang menempatkannya ke dalam resesi ekonomi dan membuatnya menjadi salah satu negara dalam daftar pertumbuhan ekonomi terburuk pada tahun lalu.
Ekonomi Rusia ambruk sejak pertengahan tahun lalu karena anjloknya harga minyak dunia. Selain itu, kondisi diperparah dengan adanya sanksi ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara Barat karena perseteruannya dengan Ukraina.
Nilai tukar mata uang Rusia terhadap dolar Amerika Serikat jatuh, inflasi naik, dan kemiskinan bertambah.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, terpaksa memangkas anggaran belanja negara sebagai dampak berkurang drastisnya dari penjualan minyak dan gas.
Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Alexei Ulyukayev, merilis data melambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu pekan kemarin. Semakin jatuhnya harga minyak pada tahun ini diperkirakan akan semakin melukai pertumbuhan ekonomi Rusia.
Ada sejumlah negara yang bangkit dengan cepat usai diterjang krisis keuangan global. Tetapi, beberapa negara yang lainnya sebaliknya, yakni makin terpuruk.Kepala Ekonom World Bank Kaushik Basu mengatakan, pemulihan terhenti di beberapa negara yang berpenghasilan tinggi dan bahkan beberapa negara berpenghasilan menengah. Hal ini mungkin merupakan gejala dari kelesuan struktural yang lebih dalam.

“Yang penting adalah negara-negara untuk mengantar reformasi fiskal dan struktural, yang dapat meningkatkan jangka panjang pertumbuhan dan pembangunan yang inklusif,” ujar Kaushik, dilansir dari laman Business Insider, Jumat (

Berikut adalah daftar 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi terburuk sepanjang tahun lalu menurut IMF, tetapi IMF tidak mengikutsertakan Suriah ke dalam daftar.
1. Yemen, dengan pertumbuhan ekonomi minus 28 persen.
2. Sierra Leone, dengan pertumbuhan ekonomi minus 24 persen
3. Venezuela, dengan pertumbuhan ekonomi minus 10 persen
4. Equatorial Guinea, dengan pertumbuhan ekonomi minus 10 persen
5. Ukraina, dengan pertumbuhan ekonomi minus 9 persen
6. Burundi, dengan pertumbuhan ekonomi minus 7 persen
7. Libya, dengan pertumbuhan ekonomi minus 6 persen
8. Sudan Selatan, dengan pertumbuhan ekonomi minus 5 persen
9. Brasil, dengan pertumbuhan ekonomi minus 3,8 persen
10. Rusia, dengan pertumbuhan ekonomi minus 3,5 persen

PT. BESTPROFIT FUTURES

 

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)