http://bisnis.news.viva.co.id

Banyak orang ingin kaya.

VIVA.co.id – Banyak orang ingin kaya. Ini wajar, setiap makhluk hidup memiliki dorongan untuk mencari makan dan bertahan hidup. Namun, masalahnya banyak cara yang salah, seperti ini:

1. Ingin kaya dengan cepat

Mungkin ada yang begini, namun ini salah.  Cara yang benar adalah seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.  Bahkan, bukit rumah rayap bisa setinggi tiga meter dibangun oleh rayap setiap hari.

Apa jadinya kalau ingin kaya dengan cepat? Fundamentalnya kurang kuat.  Seperti rumah, pondasinya kurang kuat.  Alhasil, dinding tembok retak-retak. Percuma.

2. Mencari keberuntungan

Hidup seperti mengadu nasib. Tidak. Sukses ada parameternya. Ada ukurannya.

Seperti artikel di media online, jelas ukurannya. Seperti, jumlah orang yang membaca artikel tersebut, dan tingkat kepopuleran artikel.

Bila sesuatu tidak bisa diukur, maka tidak bisa dikembangkan.

3. Mengharapkan hasil

Ada pepatah bila kemarin menanam, hari ini hasilnya apa? Ya toge, kecambah.

Tidak mungkin, sesuatu yang dikerjakan langsung memperoleh hasil. Perlu waktu.

Pondasi sukses adalah bangunan kepercayaan, yang dibangun seperti Lego dari banyak pihak membangun. Dasarnya kepercayaan.

4. Berpikir lurus

Seperti misalnya, ketika saya mulai menulis, saya membuat 11 buku dari penerbit Gramedia. Lalu, setiap hari menulis kolom. Membuat website.

Menggerakkan 5.000 orang pembaca setiap hari. Hasilnya apa? Percayalah hasilnya berbentuk sistem lateral yang tidak berkaitan langsung.

Seperti bola bilyar, ketika Anda memukul bola A, maka efek bola bilyar kena ke bola C, bola E, dan memasukkan bola G. Berpikir lateral.

Rejeki itu seperti persiapan gadis mendapat jodoh. Seorang gadis akan mempercantik dirinya untuk menarik perhatian pria.

Seperti, memancungkan hidung, menipiskan pipi, dan memperpanjang leher jenjang. Tidak sampai di situ, si gadis juga akan berusaha meninggikan badan, menguruskan berat badan, memuluskan permukaan kulit, dan meratakan gigi.

Kesemuanya perlu disiapkan. Kalau sudah siap, maka selanjutnya butuh bantuan teman-teman sekolah, teman kantor, teman gereja, teman adik, aa, teteh, paman, semuanya dikerahkan menghasilkan jodoh.

Ada tahap-tahapnya. Perjalanan menjadi kaya seperti mengangkut air ke atas gunung.