PT Bestprofit Futures

Indeks Dow Jones lagi-lagi gagal menembus level psikologis 20.000 setelah sempat terpaut hanya 13 poin.

Namun pada perdagangan Selasa atau Rabu (21/12/2016) dini hari, indeks Dow Jones kembali menorehkan rekor ke-17 kalinya sejak pemilihan Presiden AS, yakni di level 19.987,63.

Di sesi penutupan, The Dow ditutup menguat 91,56 poin atau 0,5 persen di posisi 19.974,62, atau 25 poin di bawah level 20.000. Sementara itu, indeks Standard & Poor’s 500 menguat 0,4 persen di sesi penutupan di posisi 2.270,76.

Adapun indeks Nasdaq juga ditutup menyentuh rekor baru di posisi 5.483,94, setelah menguat 26,50 poin atau 0,5 persen.

Hingga saat ini, indeks Dow Jones–yang terdiri dari saham-saham blue chips–terus mengalami kenaikan seiring dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Hal itu memunculkan harapan bahwa pemerintah AS akan membelanjakan banyak uang untuk infrastruktur yang mampu mendorong perekonomian AS.

Di sisi lain, harga obligasi pemerintah AS turun, dan yield surat utang yang bertenor 10 tahun naik menjadi 2,57 persen dari sebelumnya 2,54 persen.

Yields obligasi negara tersebut telah melompat ke posisi yang tinggi pada bulan lalu, akan tetapi kembali turun pada perdagangan hari sebelumnya.

Tingginya yields memungkinkan perbankan untuk menerapkan bunga tinggi untuk pinjaman. Hal ini berimplikasi terhadap naiknya saham-saham sektor finansial seperti Goldman Sachs (GS) yang naik 1,7 persen dan Bank of America (BAC) yang menguat 1 persen.

Namun demikian, indeks Dow Jones belum juga menyentuh level psikologis 20.000 sebagaimana yang diharapkan banyak investor.

Indeks Dow Jones ditutup menguat 39,65 poin atau 0,2 persen dan ditutup di 19.883,06. Sementara itu indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,2 persen di penutupan di posisi 2.262,53 dan indeks Nasdaq menguat 0,4 persen ke level 5.457,44.

Indeks Dow Jones yang pekan lalu ditutup di posisi 19.843,41, telah berupaya untuk menyentuh level 20.000. Akan tetapi, upaya tersebut mengalami kegagalan.

Dow Jones terus mencatatkan penguatan seiring dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

( mfs – PT Bestprofit Futures )