Best profit Futures

Gagal menguji level resistence 5.400 pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Rabu (8/1/2017) diperkirakan masih akan melanjutkan tekanan.

Analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan pergerakannya akan berada di rentang 5.345-5.400.

“Saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian diantaranya SMRA, INAF, MYRX, serta MCOR,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Kemarin mengikuti bursa Asia, indeks ditutup turun 14,52 poin (0,27 persen) di level 5.381,47. Seluruh sektor mengalami pelemahan, kecuali sektor keuangan dan industri dasar. Investor asing pun tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 235,33 miliar.

“Investor nampaknya tidak ingin mengambil resiko, melihat tekanan yang terjadi di mayoritas bursa saham global,” ucap Lanjar.

Cadangan devisa yang dibawah ekspektasi 116,9 miliar dollar AS dengan ekspektasi naik di level 117,1 miliar dollar AS dan aksi tunggu investor terhadap rilisnya laporan keuangan emiten pun menjadi salah satu alasan pergerakan yang cenderung terkonsolidasi negatif, kemarin.

Bursa Asia dan Eropa

Mayoritas bursa Asia mengalami aksi jual setelah menguat cukup signifikan pada awal pekan. Indeks Hang Seng dan Shanghai tertekan 0,1 persen menanti data cadangan devisa.

Indeks Topix Jepang terkoreksi 0,3 persen setelah menguat signifikan pada perdagangan sebelumnya. Terbalik dengan bursa Asia, bursa Eropa dibuka rebound setelah mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya setelah investor menetapkan premi risiko yang lebih besar untuk negara-negara Eropa.

“Sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor diantaranya tingkat penjualan eceran dari dalam negeri dengan ekspektasi naik 5 basis poin menjadi sebesar 10,5 persen dari 10 persen, arus modal asing langsung di China, permintaan mesin di Jepang dan persediaan minyak di Amerika Serikat,” kata Lanjar.

( mfs – Best profit Futures )