Bestprofit Futures Jakarta

Impor emas India anjlok untuk bulan keempat berturut-turut pada Mei. Impor emas negara ini jatuh hampir 40% menjadi $ 1.47 miliar, yang mana diharapkan tetap menjaga defisit neraca negara saat ini. impor emas berjumlah di $ 24.2 miliar pada Mei 2015 silam.Tergelincirinya harga emas di pasar global dan domestik dipandang sebagai faktor yang berkontribusi untuk penurunan tersebut. Kontraksi di impor membantu mengecilkan defisit perdagangan menjadi $ 62.7 miliar bulan lalu. defisit berada di angka $ 10,4 miliar pada periode sama tahun lalu Bestprofit Futures Jakarta.

India merupakan importir terbesar emas di dunia dan impor yang dilakukan terutama untuk memenuhi permintaan dari industri perhiasan.

Selain itu index Dollar AS memperpanjang penurunannya menjadi tiga hari berturut turut setelah Ketua FED Janet Yellen gagal memberikan sinyal tentang waktu kenaikan suku bunga dalam pidato terbarunya dan memunculkan spekulasi kalau FED tidak akan meneruskannya dalam bulan Juli. Masih belum jelas apakah USD akan masih bertahan pada angka 0,5% pada musim panas ini, dengan penolakan naiknya suku bunga pada bulan Juli ini akan memicu resiko hilangnya kepercayaan investor dan diperkirakan akan memunculkan efek tidak terduga di semester kedua ini. Sementara itu reli mata uang muncul karena pertumbuhan aset aset beresiko dan meredakan kekhawatiran mengenai pengetatan moneter di AS.Oil meraih keuntungan dengan mendorong USD / RUB dibawah level 64, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015, ini juga adalah upaya Bank Sentral Rusia untuk menjaga RUB tetap melemah sebagai solusi mudah dalam menumbuhkan defisit anggaran. The South African Rand and the Mexican Peso melihat adanya keuntungan yang besar terhadap US Dollar dalam posisi mereka sebagai mata uang negara berkembang.

Koreksi terbesar Minyak yang sudah lama ditunggu tunggu oleh beberapa perkiraan konservatif lenyap begitu saja setelah komoditi ini dengan percaya diri naik dari area $50. Crude juga semakin memperpanjang momentum kenaikannya, dengan perolehan sekitar 1,4%, WTI naik 1,33% di 51,03 dan Brent naik 1,48% di 52,20. Tapi tetap harus berhati hati karena adanya kekhawatiran bearish yang sangat kuat yang dapat memicu turun hingga dibawah level $50. Naiknya tekanan terhadap US Dollar tidak diragukan lagi adalah penyebab terbesar dalam meningkatnya tren Oil sekarang ini, tentunya USD harus ters berada di bawah. Laporan Crude Inventories saat ini sedang menjadi pusat perhatian.

Sementara itu, USD/JPY mendekati level 107 dan terus mencoba untuk turun lebih rendah walaupun saat ini pertumbuhan Yen sedang terbatas pada daya tariknya sebagai salah satu aset safe heaven, USD/CHF berada di sekitaran 0,96 dengan alasan yang sama

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)