Bestprofit Futures Jakarta

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah, Ulujami’ Jakarta Selatan, Saifullah Kamali menyebut, Imam Masjidil Haram Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhori mencintai Indonesia. Sebab, Makkah memiliki beban yang sama dengan Indonesia.

Saifullah menjelaskan, Makkah menjadi beban seluruh umat Islam karena Tempat Suci. Karena itu, Makkah dan Indonesia dinilai memiliki kesamaan. “Beliu datang ke Indonesia yang memiliki beban sama dengan Makkah. Karena Indonesia negara mayoritas Muslim terbesar,” ujar Saifullah, di Ponpes Darunnajah, Selasa (19/7) malam.

Syekh Hasan bertemu dengan sekitar 20 alumni Daurah Universitas Ummul Qurro Makkah di Ponpes Darunnajah. Kedatangan Syekh Hasan ke Indonesia untuk menghadiri Muktamar III Wahdah Islamiyah itu dimanfaatkan para alumni bersilaturrahmi.

Menurut Saifullah apa yang terjadi di Makkah dan Indonesia akan berdampak kepada umat Islam di dunia. Makkah dan Indonesia selalu didengar oleh umat Islam di dunia.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Syekh Hasan memberikan beberapa pesan. Saifullah menuturkan, Syekh Hasan meminta para alumninya, dosen dan para ulama Indonesia untuk melanjutkan perjuangan membangun bangsa dan agama Bestprofit Futures Jakarta.

“Pesan beliau perjuangan terus dilanjutkan. Rintangan, halangan pasti ada,” kata Saifullah menyampaikan pesan Syekh Hasan saat pertemuan.

Pasalnya jika perjuangan berhenti, umat Islam Indonesia juga akan menerima dampaknya.

Syekh Sudais lahir pada tahun 1382 di Riyadh. Dia menjadi Hafidzul Qur’an pada usia 12 tahun, di masjid kota Riyadh yang dikepalai oleh Syaikh Abdul Rahman al-Faryan. Beliau juga diambil oleh Syaikh Muhammed Ali Hussan and Syaikh Muhammed Abdul Majid Zakir untuk menerima berbagai beasiswa.
Syaikh Abdul Rahman tumbuh di Riyadh beliau mencapai pendidikan dasar ‘Mathna bin Hartha’ semacam akademi ilmu pengetahuan. Di sana beliau belajar di bawah berbagai macam beasiswa termasuk dari Syaikh Abdullah Munaif and Syaikh Abdullah bin Abdul Rahman al Tuwayjiri. Dr. Abdul Rahman lulus dari akademi ini dengan predikat “Excellent” tahun 1399H dan melanjutkan ke Fakultas Syari’ah. Setelah itu beliau menjadi Imam dan Khotib di Masjid Syaikh al-Allam Abdul Razzaq Afifi. Beliau juga mulai mengajar di Akademi Imam al-Dawa Al-Almy.
Pada tahun 1404 beliau ditunjuk sebagai Imam dan Khotib Masjid al-Haram, Makkah. Di sana pertama kalinya beliau menjadi imam pada sholat Ashr tanggal 22 Sya’ban 1404H (22 Agustus 1404H). Khutbah pertama pada hari kelima belas bulan Ramadhan 1404H (15 September 1404H). Dalam tahun yang sama, Dr. Abdul Rahman mendapat gelar Master Degree, dengan predikat “Excellent” dari Universitas Syari’ah Imam Muhammad bin Saud. Beliau dilimpahi wewenang untuk menjadi guru asisten di Universitas terkemuka Ummul Qura’, Makkah, di mana beliau mendapatkan gelar Doktornya, dan lagi-lagi lulus dengan predikat “Excellent” pada tahun 1416H. Beliau ditunjuk menjadi Dosen Fakultas Syari’ah di Universitas Ummul Qura’
Selanjutnya, pada tahun 1983, Abdul Rahman Ibn Abdul Aziz Al-Sudais yang readly diterima di universitas di mana ia memulai studinya dan pada saat yang sama terus keinginannya untuk menyampaikan kepada orang-orang gairahnya tumbuh dan kekhawatiran tentang Hadis. Ini memungkinkan dia, sedikit demi sedikit, untuk mendapatkan gelar dalam Syariah di universitas Islam terkenal Imam Muhammad ben Saud di tahun 1987.

Gairahnya terus berkembang sampai ia diperoleh, dengan keberanian, gelar doktor di bidang Syariah Islam di universitas “Umm al-Qura” di tahun 1995. Akhirnya, Abdul Rahman Al Sudais dianugerahi sebagai karakter Islam tahun 2005 dalam penghargaan tahunan internasional ke-9 dari pembacaan Alquran (Sesuai dengan tahun 1426 dari Hijriyah), sebuah lembaga yang disertifikasi oleh Dubai Quran Penghargaan Suci International organisasi (atau DIHQA).

Sepanjang seluruh hidupnya, Sheik Abdul Rahman Ibn Abdul Aziz Al-Sudais telah mengembangkan rasa keunggulan, keluarbiasaan, dan kelancaran suara yang luar biasa itu. Ini selebriti Islam dikenal brilian, nyanyian yang tak terkatakan itu (tajwid dalam bahasa Arab) Al-Quran suci.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)