Ikuti Wall Street, Bursa Asia Kompak Menguat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3iPasar saham utama Asia dibuka menguat pada transaksi awal Rabu 17 September 2014, mengikuti sentimen positif menguatnya indeks saham utama Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Selasa waktu New York.

 

Dilansir CNBC, hal itu, dipicu karena adanya laporan bahwa Bank Sentral Tiongkok akan meningkatkan stimulus moneternya dan pandangan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru untuk meningkatkan suku bunga.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 100,83 poin (0,6 persen) ke level 17.131,97, atau mencetak rekor dengan saham UnitedHealth Group menjadi saham bluechip yang paling mendapatkan keuntungan dari 30 komponen penyokong indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 14,85 poin (0,8 persen) ke level 1.998,98, dengan saham sektor kesehatan yang paling diuntungkan dari 10 sektor penyokong indeks.

 

Adapun, indeks Nasdaq menguat 33,86 poin (0,8 persen) ke level 4.552,76, atau level terendah sejak 31 Juli lalu.

 

Situs Sina.com mengatakan bahwa People’s Bank of China (PBOC) akan menyuntikkan dana sebesar US$82 miliar kepada lima bank terbesar negara itu.

 

Investor menilai, hal itu menjadi upaya Bank Sentral Tiongkok untuk memberikan stimulus menyusul serentetan data ekonomi yang lemah baru-baru ini.

 

Peter Boockvar, Chief Market Analyst Lindsey Group, mengatakan saham berbalik menguat setelah adanya berita di Wall Street Journal, yang ditulis oleh Jon Hilsenrath yang membuat argumen bahwa Federal Reserve masih akan fokus pada perbaikan di pasar tenaga kerja.

 

“Padahal, ini hanya pendapatnya, tapi waktunya bertepatan menjelang pengumuman pernyataan The Fed,” imbuhnya.

 

Rapat pembuatan kebijakan The Fed selama dua hari akan berakhir pada Rabu waktu New York, dan 30 menit setelah selesai, The Fed akan mengadakan konferensi pers.

 

Sementara di Asia Tenggara, Bank Sentral Malaysia memulai pertemuan kebijakan dalam dua hari. Sedangkan Bank of Thailand diperkirakan tetap akan mempertahankan suku bunga.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini kembali memperoleh keuntungan, setelah sebelumnya juga menguat.

 

Saham Mitsubishi Motors melonjak 1 persen, setelah mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan US$600 juta untuk membangun pabrik dan mengembangkan mobil baru di Indonesia.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,1 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini rebound dari sebelumnya ditutup pada level terendah dalam satu bulan. Kenaikan indeks ini juga didukung oleh naiknya harga biji besi.

 

Saham sektor pertambangan, Rio Tinto dan BHP Billiton melonjak hampir 1 persen karena harga bijih besi di pasar berjangka Tiongkok memperpanjang kenaikan untuk ketiga kalinya pada penutupan perdagangan Selasa. Saham Fortescue Metals juga bergerak rally hampir 2 persen.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak menguat 0,5 persen persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini naik ke level tertinggi dalam dua pekan.

 

Saham operator Department Store Shinsegae melonjak 2 persen, setelah melaporkan kenaikan laba pada Agustus sebesar 53 persen.