Ikuti Pergerakan Wall Street, Saham Asia Dibuka Menguat

viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

VIVAnews – Indeks saham di bursa-bursa utama Asia dibuka lebih tinggi pada transaksi awal Senin 22 Desember 2014, terpengaruh sentimen positif dari indeks saham acuan Wall Street yang ditutup menguat.

Dilansir CNBC, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney naik 0,6 persen ke level tertinggi dalam dua pekan di awal perdagangan. Sementara itu, dolar Australia diperdagangkan sedikit berubah menjadi US$0,814 per dolar Australia.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, sedang melakukan perombakan besar-besaran di tubuh kabinetnya. Abbott menjanjikan reshuffle kabinet yang dilakukannya akan lebih fokus dan memberikan kesegaran pada pemerintahan selanjutnya pada 2015.

Osaka berjangka menguat 0,1 persen menjadi 17.680, sedangkan Chicago berjangka diperdagangkan di level 17.780, atau di atas penutupan indeks acuan Jepang, Nikkei pada akhir pekan lalu di level 17.621.

Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) naik untuk sesi ketiga pada perdagangan hari Jumat atau Sabtu malam, 20 Desember 2014 waktu Indonesia. Indeks S&P 500 mencatatkan keuntungan terbaik kedua selama hampir dua tahun belakangan.

Setelah melompat 95 poin, indeks Dow Jones Industrial Average naik 26,65 poin, atau 0,2 persen, ke level 17.804,80. Indeks S&P 500 berhasil naik 9,42 poin, atau 0,5 persen, ke level 2.070,65, dengan saham energi paling meningkat. Dengan demikian, sepanjang minggu ini, S&P 500 mencatatkan kenaikan 3,4 persen. Indeks Nasdaq naik 16,98 poin, atau 0,4 persen, ke level 4.765,38.

Total saham yang diperdagangkan hampir mencapai 2,5 miliar saham dengan volume komposit mendekati 6,1 miliar.

PT. BESTPROFIT FUTURES