Bestprofit Futures Jakarta

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup naik tipis sebesar 2,10 poin seiring dengan minimnya sentimen positif yang beredar.

IHSG BEI ditutup menguat 2,10 poin atau 0,03 persen menjadi 5.399,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 2,18 poin (0,23 persen) menjadi 922,68.

Analis NH Korindo Securities Indonesia Muhammad Ikhsan Burhanuddin di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa masih minimnya sentimen yang datang dari dalam negeri membuat IHSG hanya bergerak menguat tipis.

“Pelaku pasar saham berada dalam posisi ‘wait and see’ menjelang rilisnya sejumlah laporan keuangan emiten-emiten untuk periode kuartal III 2016 ini,” katanya.

Di tengah posisi itu, lanjut dia, pelaku pasar cenderung berspekulasi dengan masuk ke saham-saham lapis ketiga. Saham-saham itu kembali diminati oleh para pelaku pasar sehingga mencatatkan kenaikan.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa IHSG cenderung menguat terbatas di tengah kondisi bursa saham di kawasan Asia yang cenderung melemah serta kinerja emiten yang melambat.

Di sisi lain, lanjut dia, investor asing yang mengambil posisi jual turut menahan laju indeks BEI. Berdasarkan data BEI, pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau “foreign net sell” sebesar Rp1,149 triliun pada Rabu (26/10) ini.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 367.969 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,197 miliar lembar saham senilai Rp9,522 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 239,68 poin (1,02 persen) ke level 23.325,43, indeks Nikkei naik 26,59 poin (0,15 persen) ke level 17.391,84, dan Straits Times melemah 24,08 poin (0,84 persen) posisi 2.829,97.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)