Bestprofit Futures

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis suku bunga acuan dan harga komoditas akan pengaruhi laju IHSG. Bestprofit Futures

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, pola gerak IHSG masih menunjukkan belum ada tambahan untuk menguat. Sedangkan tekanan masih bersifat terbatas lantaran awal tahun banyak rilis data ekonomi dan kinerja emiten yang dinanti oleh investor jangka panjang untuk tentukan langkah investasi pada 2017. Bestprofit Futures

Ia menambahkan, pola gerak IHSG juga dibayangi rilis data ekonomi seperti suku bunga acuan. Ditambah harga komoditas akan turut memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG. “IHSG akan bergerak di kisaran 5.221-5.336 pada Kamis pekan ini,” ujar dia dalam ulasannya, Kamis (19/1/2017).

Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG bergerak variasi dengan kecenderungan mengaut. Hal ini asal didukung aksi beli investor. Lanjar memprediksi, IHSG berada di kisaran 5.242-5.350.

“IHSG secara teknikal bergerak di level support meski support eata-rata harian 25 dan 50 belum teruji. Indikator stochastic tepat di area jenuh jual dengan momentum yang masih mendatar sehingga IHSG akan bervariasi dengan kecenderungan naik,” jelas dia.

IHSG ditutup menguat untuk pertama kali selama sepekan terakhir. IHSG menguat 27,85 poin ke level 5.294 dengan volume yang moderat pada perdagangan saham kemarin .

Untuk rekomendasi saham, Lanjar memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan William memilih saham SMGR, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi variatif dengan kecenderungan menguat. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak di support 5.242 dan resistance 5.350.

Pada perdagangan saham Rabu lalu, IHSG ditutup menguat. IHSG naik 0,53 persen ke level 5.294,78.

“Indeks sektor pertanian menjadi pemimpin penguatan dengan menguat 1,78 persen menyusul naiknya harga komoditas pertanian,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Perekonomian yang membaik menjadi pendorong kinerja IHSG. Sehingga, investor asing mencatatkan aksi beli bersih. “Investor asing pun melihat positif dengan tercatat aksi beli bersih sebesar Rp 63,15 miliar,” ujar dia.

Bursa Asia ditutup mayoritas menguat setelah dua pekan terakhir cenderung tertekan. Bestprofit Futures

“Harga aset haven untuk pertama kalinya sejak hampir 2 minggu terakhir terkoreksi. Spekulasi upaya pemerintah tiongkok untuk memastikan stabilitas pasar menjadi pendorong penguatan saham di Tiongkok. Begitupun pelemahan yen menjadi trigger penguatan Bursa Saham Jepang,” tandas dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT PP Tbk (PTPP).

( mfs – Bestprofit Futures )