Best Profit Futures Jakarta

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan pada Senin (24/10/2016) diprediksi kembali bergerak mixed pada rentang 5.375-5.450.

Lanjar Nafi, analis Reliance Securities, mengatakan secara teknikal pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cenderung tertekan meskipun terus tertahan pada support rerata pergerakan 50 hari.

Indikator stochastic dan RSI mulai memperlihatkan tekanan bearish dari area jenuh beli. Hal ini menandakan peluang tertekannya IHSG masih cukup besar.

“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak kembali mixed pada rentang 5.375-5.450 dan perlu ekstra hati-hati jika ternyata break out support rerata pergerakan 50 hari di level 5.375,” kata Lanjar dalam riset yang terbit pada Jumat (21/10/2016).

IHSG akhir pekan ini, Jumat (21/10/2016), bergerak mixed dan ditutup mampu bertahan di zona positif. IHSG berakhir naik 0,1% ke posisi 5.409,24. Saham-saham sektor komoditas diterpa aksi jual setelah cukup optimistis pada minggu ini.

Hal ini terlihat dari pelemahan indeks pertanian dan pertambangan pada perdagangan Jumat (21/10/2016) yang lebih dari 1%. Investor asing pun masih melanjutkan aksi beli, meskipun hanya Rp17,67 miliar dengan total capital flow yang terjadi pada pekan ini sebesar Rp193 miliar.

IHSG ditutup menguat 0,10% atau 5,55 poin di level 5.409,24 setelah dibuka bergerak fluktuatif pada kisaran 5.395,42 – 5.416,95.

Dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 154 saham menguat, 134 saham melemah, dan 250 saham stagnan.

Sebanyak 5 dari 9 indeks sektoral IHSG ditutup menguat dengan dorongan utama dari sektor konsumer yang menguat 0,53%, diikuti oleh sektor finansial yang naik 0,21%.

Analis teknikal Mandiri Sekuritas Hadiyansyah dalam risetnya hari ini menilai pergerakan IHSG pada akhir pekan lalu bergerak sideways dan didominasi oleh saham-saham spekulatif lapis dua dan tiga.

Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya memaparkan laporan keuangan kinerja emiten kuartal III/2016 masih menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG).

“Investor masih menjadikan terbitnya laporan keuangan kinerja emiten kuartal III/2016 sebagai sentimen penggerak indeks,” papar riset tersebut.

Adapun indeks saham di negara-negara Asia Tenggara terpantau bergerak mixed. Indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,50%, indeks PSEi Filipina melemah 0,82%, FTSE Malaysia KLCI menguat -,17%, sedangkan indeks SET Thailand naik 0,31%

(mfs – Best Profit Futures Jakarta)