Bestprofit Futures Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Jumat (9/9), seiring tertekannya laju bursa Asia.

Lanjar Nafi, Analis Reliance Securities Indonesia mengemukakan, mayoritas bursa Asia ditutup tertekan pada perdagangan kemarin, kecuali indeks saham Hong Kong yang menguat seiring pertumbuhan pinjaman melonjak di Hong Kong.

Sementara itu, indeks Shanghai di China tertekan setelah neraca perdagangan defisit dikarenakan aktivitas impor naik diatas ekspektasi dan aktivitas ekspor terlihat belum pulih.

“Di mana neraca perdagangan China turun menjadi US$52,05 miliar dari US$52,3 miliar pada periode sebelumnya,” terang Lanjar dalam risetnya, dikutip Jumat (9/9).

Kemudian, bursa Eropa dibuka cukup optimis menyambut pidato European Central Bank (ECB) mengenai strategi kebijakan moneter di tengah spekulasi prospek kenaikan biaya pinjaman Amerika Serikat (AS) bulan ini dan rilis target pertumbuhan dan proyeksi inflasi tahun ini.

“Spekulasi persediaan minyak di AS yang terus berkurang membuat harga minyak melanjutkan penguatannya. Sentimen di akhir pekan diwarnai oleh data tingkat inflasi di China dengan ekspektasi bertumbuh seiring pertumbuhan impor,” papar Lanjar.

Adapun, IHSG ditutup melemah sebesar 10.28 poin (0,19 persen) dilevel 5.371 dengan volume yang cenderung rendah. Lanjar menjelaskan, laju IHSG kemarin bergerak cenderung berfluktuasi selama sesi perdagangan.

“Investor asing pun tercatat kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp253,1 miliar seiring kekhawatiran prospek aktivitas ekspor dan impor di China berdampak negatif pada indeks Asia jangka pendek,” jelasnya.

Dengan demikian, ia memprediksi IHSG masih bergerak mixed berfluktuatif di mana IHSG bergerak dalam rentang support 5.320 dan resisten 5.430.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada memprediksi IHSG ditutup melemah tipis pada akhir pekan ini, seiring laju bursa global yang bergerak stagnan. Ia memprediksi IHSG berada dalam rentang support 5.337-5.358 dan resisten 5.391-5.412.

“Selama IHSG tidak menembus area 5.320, kami memprediksi IHSG masih berpeluang untuk terus bergerak konsolidasi setidaknya hingga akhir pekan ini,” terang Reza dalam risetnya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)