Bestprofit Futures Jakarta

PT Bahana Securities memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini (5/9/2016) akan mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 5.325-5.400.”Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ADHI, ASII, BIRD, JPFA, MAPI, PWON, SMRA, SRIL, TBLA, TLKM,” papar riset dari Bahana Securities, seperti dikutip pada Senin (5/9/2016) Bestprofit Futures Jakarta.

Sementara itu, pada perdagangan hari ini, rupiah juga diprediksi menguat, bergerak di kisaran Rp 13.075 – Rp 13.300 per dollar AS.

Pada Jumat (2/9/2016) kemarin, rupiah ditutup menguat ke level Rp 13.247 per dollar AS. Adapun pada perdagangan kemarin,IHSG ditutup naik 19 poin atau 0,35 persen ke level 5.353,46 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp 4,0 triliun.

Kenaikan terjadi berkat menguatnya delapan sektor yang dipimpin sektor properti dan hanya sektor mining yang mengalami penurunan.

Sebanyak 178 saham mengalami kenaikan, 133 saham mengalami penurunan, 71 saham tidak mengalami perubahan dan 234 saham tidak mengalami perdagangan.

“Secara teknikal, indeks rebound disertai volume dan mencobatest resist MA20. Stochastic, RSI dan MACD flat. IHSG diperkirakan akan mixed cenderung menguat terbatas,” tulis riset Bahana Securities.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir pekan ini, Jumat (2/9/2016), meski di pembukaan pasar indeks sempat memerah.

Menguatnya sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik telah memberi tenaga tersendiri bagi pergerakan indeks, meskipun perdagangan relatif sepi pada hari ini jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Sejumlah sentimen yang turut menggerakkan indeks ke zona hijau di antaranya laporan BPS yang mencatat pada Agustus terjadi deflasi serta antisipasi pengumuman ketenagakerjaan di AS yang akan menentukan naiknya suku bunga acuan Federal Rserve.

Pukul 16.00 IHSG ditutup naik sebesar 18,91 poin atau 0,35 persen di posisi 5.353,46. Sebanyak 169 diperdagangkan menguat, 128 saham melemah dan 76 saham stagnan.

Voluem perdagangan hari ini tercatat sebesar 5,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,55 triliun. Investor asing membukukannet buy sebesar Rp 52,3 miliar di seluruh pasar dan Rp 52,4 miliar di pasar reguler.

Saham-saham yang menopang pergerakan IHSG di antaranyaTLKM (Rp 4.200), PGAS (Rp 2.860), BNGA (Rp 815), BBCA (Rp 15.000), ASII (Rp 8.100), dan PPRO (Rp 805). Sementara itu, melemahnya BBRI (Rp 11.650) membuat pergerakan indeks terbebani.

Dari 10 indeks sektoral, hanya ada dua sektor yang memerah, yakni pertambangan (-0,03 persen) dan keuangan (-0,2 persen).

Adapun delapan sektor lainnya ditutup menguat yaitu agribisnis (0,3 persen), industri dasar (0,64 persen), aneka industri (0,91 persen), konsumer (0,15 persen), properti (1,35 persen), infrastruktur (0,6 persen), perdagangan (0,16 persen) dan manufaktur (0,37 persen).

Dari regional, sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik ditutup menguat, karena investor memprediksi laporan ketenagakerjaan AS akan lebih baik.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong ditutup menguat 0,45 persen menjadi 23.266,7. Demikian juga bursa Shanghai yang ditutup naik 0,13 persen di level 3.067,35 serta bursa Seoul yang berakhir menguat 0,28 persen di posisi 2.038,31. Namun demikian, indeks Nikkei 225 ditutup flat di level 16.926,68.

Sementara itu, nilai tukar rupiah sore hari ini ditutup menguat. Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot diperdagangkan di Rp 13.247 per dollar AS.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)