Bestprofit Futures Jakarta

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik tapi terbatas pada perdagangan saham  Kamis pekan ini. Pengumuman Bank Indonesia (BI) dan pergerakan investor asing akan bayangi laju IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan, IHSG berpeluang naik terbatas. Pelaku pasar akan bersikap hati-hati melihat investor asing masih melakukan aksi jual di pasar modal Indonesia meski sudah berkurang. Hal itu mengingat ada peluang bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed) Bestprofit Futures Jakarta.

Hans menilai, tekanan IHSG yang terjadi sejak tiga hari lalu lantaran didorong aksi jual investor asing cukup besar. Investor asing dinilai sedang menyeimbangkan portofolio investasinya di pasar modal Indonesia.

Selain itu, Hans menilai, pengumuman suku bunga acuan oleh BI juga bayangi IHSG. BI akan mempertahankan 7-day reverse repo rate (BI 7-day RR Rate) di kisaran 4,75 persen.

“Nilai tukar rupiah cukup melemah beberapa hari ini. Kemudian ada peluang the Fed naikkan suku bunga pada Desember sehingga BI akan pertahankan suku bunga. Namun kita lihat stabil ada peluang BI juga turunkan suku bunga,” ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/11/2016).

Hans memperkirakan, pelaku pasar akan lebih cermati sentimen dalam negeri untuk perdagangan Kamis pekan ini. Ia memprediksi, IHSG bergerak di kisaran resistance 5.200-5.231 dan support di kisaran 5.150-5.112.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya juga memprediksi penguatan IHSG. Ia menilai, IHSG sedang berusaha meninggalkan level support teruji di 5.037. IHSG selanjutnya menuju resistance ke level 5.251.

“Di tengah aliran dana investor asing yang keluar dan fluktuasi harga komoditas, pergerakan IHSG masih menunjukkan penguatan. Ini juga ditopang semakin berkurangnya aliran dana investor asing yang berkurang di pasar modal,” jelas William.

Untuk rekomendasi saham, William memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.138,67 dan terendah 5.112,49. Investor asing pun melakukan aksi beli sekitar Rp 4,8 miliar.Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.335.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham ADRO naik 4,78 persen ke level Rp 1.535 per saham, saham ELSA menguat 3,94 persen ke level Rp 422 per saham, dan saham BUMI naik 3,85 persen ke level Rp 270 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham TINS turun 4,81 persen ke level Rp 990 per saham, saham TMAS turun 4,46 persen ke level Rp 1.500 per saham, dan saham AALI merosot 1,32 persen ke level Rp 15.000 per saham.

Sebagian besar bursa Asia menguat kecuali indeks saham Shanghai turun 0,09 persen ke level 3.203. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,89 persen ke level 17.825, indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,54 persen ke level 22.444.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)