PT Bestprofit Futures

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Hal itu ditunjang dari data ekonomi pada awal Januari 2017. PT Bestprofit Futures

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG bergerak dalam konsolidasi wajar usai kenaikan signifikan pada akhir 2016. IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan, dan dapat menguat dalam jangka pendek. IHSG akan bergerak di kisaran 5.221-5.336.

“Potensi melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek terbuka cukup lebar. Ditunjang sisi fundamental ekonomi yang cukup stabil dilihat dari data ekonomi seperti inflasi di awal bulan. Kondisi perdagangan juga masih terimbas nuansa liburan,” ujar dia dalam ulasannya, Kamis (5/1/2017).

Dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, IHSG akan bergerak menguat di kisaran 5.250-5.325 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Sementara itu, analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi melihat IHSG berpotensi kembali menguat namun tertahan. Kisaran IHSG akan berada di 5.255-5.390.

“IHSG terkonsolidasi secara teknikal tepat pada support MA50 di kisaran level 5.255 sehingga IHSG akan mencoba kembali uji resistance dan upper bollinger bands jika terus kuat di atas MA50,” ujar dia.

Untuk rekomendasi saham Lanjar memilih saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Elnusa Tbk (ELSA) untuk dicermati pelaku pasar.

Sedangkan William memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Kamis (5/1/2017). Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.255 dan resistance 5.390.

IHSG menguat sebanyak 25,21 poin ke level 5.301,18 pada perdagangan saham kemarin. “Indeks sektor properti dan konsumer menjadi penggerak optimisme IHSG,” kata dia di Jakarta, Kamis (5/1/2016).

Dia mengatakan, pendorong IHSG ialah kondisi ekonomi yang baik. Hal itu tercermin dari rendahnya inflasi dan kunjungan wisatawan.

“Tingkat inflasi di Indonesia yang tergolong terkendali di bawah ekspektasi sebesar 3,02 persen dari 3,58 persen dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di angka 18,32 persen dari 15,62 persen menjadi salah satu faktor pendorong,” jelas dia. PT Bestprofit Futures

Namun begitu, investor asing mencatatkan aksi jual dengan nilai Rp 334,52 miliar.

Dia merekomendasikan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GGIA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Elnusa Tbk (ELSA).

PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Adapun kisaran IHSG di level support 5.262 dan resistance 5.351.

Saham pilihan Sinarmas Sekuritas yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

( mfs – PT Bestprofit Futures )