Bestprofit Futures Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak positif pada perdagangan Rabu pekan ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak di level suport 5.156 dan resistance 5.280.

Lanjar menjelaskan, IHSG ditutup dengan kenaikan cukup tinggi pada perdagangan Selasa lalu. IHSG naik sebanyak 1,09 persen ke level 5.204,67. Penguatan itu ditopang oleh aksi beli investor lokal. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 733,84 miliar Bestprofit Futures Jakarta.

“Investor domestik memimpin aksi beli di saat investor asing cenderung terus melakukan penjualan,” kata dia di Jakarta, rabu (23/11/2016).

Dia menambahkan, kenaikan IHSG ditopang oleh sektor pertambangan. Sektor tambang sedang positif karena adanya perbaikan harga komoditas.

“Indeks sektor pertambangan memimpin penguatan seiring penguatan pada harga komoditas dunia di mana tembaga naik 1,5 persen menuju penutupan tertinggi sejak Juli 2015 dan harga minyak naik tertinggi selama tiga minggu terakhir,” jelas dia.

Penguatan IHSG juga mendapat sentimen positif dari Bursa Asia. Mayoritas Bursa Asia melesat di atas 1 persen.

“Bursa Asia mayoritas menguat di atas 1 persen. Harga minyak yang memperpanjang tren positif di tengah optimisme OPEC akan setuju untuk memotong output dan naiknya logam menjadi faktor utama,” ungkap Lanjar.

Lanjar merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Ruang gerak IHSG akan bergerak di kisaran support 5.160 dan resistance 5.250.

Saham pilihan Sinarmas Sekuritas antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bumi Serpon Damai Tbk (BSDE), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Di pasar modal Indonesia cenderung sepi sentimen.

Analis PT Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe menuturkan, laju IHSG berpotensi naik mengingat IHSG masih berada di kisaran 5.200. Sedangkan tes level support di kisaran 5.000-5.100. Kiswoyo menuturkan, laju IHSG akan lebih dipengaruhi sentimen regional.

“IHSG akan bergerak di kisaran 5.100-5.300 pada Rabu pekan ini,” ujar Kiswoyo saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (23/11/2016).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi wajar. IHSG akan berada di level support 5.078 dan level resistance 5.267 memiliki potensi untuk digapai dalam beberapa waktu mendatang.

“Fluktuasi harga komoditas masih memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG. Potensi kenaikan IHSG masih terlihat cukup kuat,” ujar William.

Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Kiswoyo memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Nippon Indosari Tbk (ROTI).”Rekomendasi beli untuk saham-saham tersebut,” ujar dia.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)