http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Bila ada kesalahpahaman terbesar di dunia itu mungkin adalah kesalahpahaman kita dengan orang kaya. Anggapan umum terhadap orang kaya sering berakibat fatal, misalnya antipati kita terhadap mereka.

Bestprofit Futures Jakarta

Ada cerita satu orang kaya kebetulan naik angkot salah masuk kampung, disana anak-anak sekolah berbisik, hmmm bau amis, bau amis. Setelah diberitahu sopir ternyata salah jurusan so orang kaya turun dan baru menyadari bahwa yang dimaksud bau amis adalah dirinya.
Banyak orang miskin menganggap orang kaya sebagai uang haram, penjajah atau sering dikatakan uang adalah tuyul, pesugihan dan hal lainnya. Bagaimana kita bisa mengakses kepada harta kekayaan bila kesalahpahaman ini terus terjadi?
Kita harus mau membuka hati. Mereka mungkin orang kaya lebih sering dikhianati daripada kita. Mereka sering dibohongi, ditinggal lari, mereka sering diporoti dikerjai oleh oknum.
Sehingga pendekatan kita pun harus mulai dari rasa iba kepada orang kaya di balik tembok istana. Di dalam mungkin mereka rapuh.
Perasaan iba, toleransi, empati, belas kasih itu adalah buah dari kemiskinan. Inilah harta mata uang yang dibutuhkan mereka di balik istana. Itu seperti sebuah software bagi komputer atau laptop di balik tembok istana yang sering merasa hidupnya hampa.
Perasaan hidup dikelimpahan harta itu seperti perilaku superstar seperti kosong dan hampa, karena hidup dikelilingi hedonism kenikmatan.  Penyakit hedonism itu sulit disembuhkan, akibat dari terlalu banyak kenikmatan. Misalnya ada Putri Presiden direktur Korean airlines yang mengusir pramugari, dan sebagainya.

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi Bestprofit Futures Jakarta.

Perasaan mereka mirip artis. Merasa hampa dan senantiasa haus popularitas, haus kenikmatan. Bila kita memahami mereka, maka mereka melihat kita seperti oase penuh kedamaian. Penuh empati, penuh pengertian. Inilah hubungan mata uang dengan orang kaya.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)