Hindari 8 Makanan Ini Saat Wisata ke Luar Negeri

Bisnis.com, JAKARTA— Ada kalimat bijak yang patut direnungkan ketika kita jalan-jalan atau berwisata ke luar negeri.

Kalimat itu adalah: “Masak, rebus, kupas, atau lupakan.”

Kalimat ini bisa menjadi pengingat ketika kita berjalan-jalan ke luar negeri. Saat berada di suatu negara- yang kondisinya berbeda dengan tempat tinggal- ada baiknya Anda berhati-hati dengan sejumlah makanan dan minuman.

Jangan sembarang makan, karena bisa berisiko terkena berbagai penyakit infeksi. Misalnya, air minum, daging yang tak dimasak sempurna, atau produk susu yang tak dipasteurisasi.

Sembarang makan dan minum, Anda bisa terkena diare. Penyakit ini kerap dialami para turis, atau penjelajah.  Secara umum, lebih baik mengonsumsi sayur, seperti kacang-kacangan, nasi, kentang.

Pasalnya, daging menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk berkembang. Berikut daftar makanan yang harus dihindari saat jalan-jalan ke luar negeri:

Selada dan stroberi

“Anda ingin menjauhkan diri dari makanan mentah yang tumbuh di permukaan tanah dan sulit untuk dibersihkan,” jelas Dr Jane Wilson-Howarth, seorang dokter dan penulis “Panduan Penting untuk Kesehatan Travel.”

Ada dapat bakteri jahat dan mikroorganisme dalam tanah yang tidak selalu dapat dibersihkan dengan air.

“Terutama jika Anda berada di negara dengan banyak polusi, maka sebaiknya makan buah yang memiliki kulit seperti  pisang, leci, mangga, rambutan, dan buah-buahan tropis lokal lainnya – semuanya sangat lezat dan memiliki kulit luar untuk dikupas,” kata Jodi Ettenberg, penulis” The Food Traveler’s Handbook: How to Eat Cheap, Safe, and Delicious Food Anywhere in the World”, dan pendiri LegalNomads.com.

Es krim

Es krim adalah makanan lezat. Namun,  kata Wilson-Howarth, bisa sangat berisiko tinggi,  karena bakteri bisa berkembang sangat cepat pada makanan beku yang dicairkan, dan dibekukan lagi.

Pilihan yang jauh lebih baik adalah buah beku yang mengandung asam.

“Ini cukup asam, sehingga bakteri tidak dapat bertahan hidup.”

Nasi goreng

“Nasi goreng dibuat dengan potongan-potongan daging. Daging mungkin tidak matang, meskipun kelihatan oke. Sebaiknya makan kaldu panas, karena lebih aman, dan memberi energi,” kata Wilson-Howarth.

Makanan sisa

Selalu pesan makan makanan yang dimasak, sehingga Anda tahu itu segar dan panas.  Belum tentu makanan matang bebas bakteri, kata Wilson-Howarth.

Jika makanan dihidangkan sejak awal (sebelum dipesan), maka berpotensi terkontaminasi bakteri dari tangan kotor atau lalat. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi  makanan bukan makanan sisa.

Cara lain menghindari makanan sisa ini adalah perhatikan jam makan di tempat yang dikunjungi, jadi Anda tahu sekitar jam berapa makanan itu telah tersaji.

Minuman keras

Di beberapa tempat, minuman beralkohol lokal bisa dibuat atau disimpan dalam kondisi tidak sehat. Kadar alkoholnya pun bisa membuat Anda sakit parah jika lebih tinggi dari yang  biasa Anda minum.

Saus

Jangan sembarang makan saus, karena Anda benar-benar tidak tahu apa yang ada di saus. Bisa saja dibuat dari air dan bahan mentah yang tak segar.

Misalnya, telur mentah. Jika Anda harus makan saus, pastikan bahwa itu sudah dimasak dengan matang dan masih panas.

Minuman ringan

Restoran dan penjaja makanan sering membuat air mancur minuman ringan dari keran. Anda patut behati-hati, karena belum tentu keran itu bersih, terlebih bila dicampur es yang dibuat dari air mentah.

Jajanan Kaki Lima

Jika Anda berada di sebuah negara yang memiliki budaya  makan di tepi jalan, seperti Thailand atau Meksiko, maka perlu berhati-hati.

Penulis Jodi Ettenberg kerap mendengar kisah wisatawan sakit setelah mengonsumsi makanan di warung tepi jalan. Bahkan, setelah makan di restoran.

“Saat makan di warung, Anda bisa melihat kebersihan warung. Apakah daging mentah ditutup?” katanya.