Bestprofit Futures Jakarta

Harus tahu di mana pedal gas dan setir.

VIVA.co.id –  Aneh, manusia memulai bekerja dengan semangat tinggi namun semakin lama semakin merasa beban berat.  Mengapa?

Bukankah seharusnya manusia bisa belajar dan mampu mengendalikan hidup. Ada tiga alasan mengapa hidup semakin lama terasa berat.
1. Anda memilih dalam perjalanan berkendara, Siapa yang lebih capai, penumpang yang tidak memiliki kendali atau sopir yang memegang kendali kendaraan.
Sering manusia hidup di bawah kekuasaan atasan.  Kebanyakan 80 persen manusia tunduk kepada atasan. Bukan hanya karyawan banyak entrepreneur yang tergantung pada principal atau pemodal.
Ada orang yang atasannya dulu mendukung A, lalu dengan waktu atasannya berubah mendukung B.  Bila kita tidak memahaminya bisa-bisa kita menganggap bahwa atasannya tidak fair. Namun bila kita mengerti, itu hal biasa.
2. Ada pepatah mengatakan, “manusia menjadi letih bukan karena beban berat, namun karena tidak memiliki tujuan hidup.”
Dari zaman dulu masyarakat Indonesia berjuang melawan penjajahan Belanda lalu penjajahan Jepang, namun karena memiliki cita-cita merdeka, semua bersemangat membangun harkat hidup.
Tujuan cita-cita inilah kuncinya, bila tidak, bisa seperti di London banyak anak muda frustasi melempar bom molotov tanpa alasan.  Atau di Amerika Serikat begitu mudah murid sekolah menembaki teman-temannya.
Indonesia beruntung memiliki grafik pembangunan ekonomi yang naik.  Walaupun masih rendah namun cenderung naik.  Ini penting membangun optimisme tujuan hidup manusia Indonesia.
Bila Anda merasa hidup sangat letih, mungkin harus diperiksa ambisi cita-cita Anda.  Baik tua maupun muda seseorang harus memiliki cita-cita besar.
3. Manusia pada akhirnya harus memiliki kendali pada hidupnya.  Entah anda memegang kendali sepeda motor atau motor boat kecil atau mobil besar, atau pilot pesawat terbang, Anda harus mengenali tombol-tombol di dashboard.
Apa Artinya speedometer, putaran mesin RPM, indikator bensin, accuu battery, indicator rem, lampu hazard, anda harus mengenali dan mampu mengelola.
Seperti perusahaan, pemimpin mampu menginjak gas meningkatkan kecepatan atau menahan rem kontrol biaya operasional.  Sehingga perusahaan bisa mencapai tujuan.
Yang terpenting memiliki kondisi naik dan turun namun hanya satu yang terpenting, jangan keluar koridor jalan.  Selama Anda masih dalam koridor jalan tak masalah cepat ataukah lambat, Anda berada di track yang benar.  Koridor itu namanya keikhlasan hidup.
Jangan hanya gara-gara dendam anda membelokkan hidup. Jangan karena mengejar-ngejar atau menyembah atasannya Anda terombang-ambing. Juga Jangan karena kondisi ekonomi maka semangat naik turun.
Demikian pula hidup.  Anda harus tahu dimana pedal gas dan setir. Sehingga sewaktu-waktu anda bisa menginjak sekeras mungkin meningkatkan hidup anda.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)