http://bisnis.news.viva.co.id

Jangan terlalu optimistis, dolar punya banyak peluang untuk menguat.

VIVAnews – Kurang bergairahnya dolar terhadap sejumlah mata uang dunia tampaknya membuat emas kembali dilirik investor. Harga emas ditutup naik sekira satu persen.

Laman MarketWatch, Rabu, 19 November 2014, menyebut, harga kontrak emas untuk pengiriman Desember, meningkat 1,2 persen menjadi US$1.197,10 per troy ounce. Sementara itu, harga emas di pasar spot naik sebanyak 0,8 persen menjadi US$1.196 per troy ounce.

Torehan harga tersebut membuat emas berhasil rebound dari level terendahnya selama 4,5 tahun terakhir yang hanya berada di level US$1.131,85, pada 7 November kemarin.

Analis senior dari Activ Trades, Carlo Alberto de Casa, mengatakan stagnannya penguatan dolar AS telah memicu emas mendobrak level resistennya, yakni US$1.180. “Dan, angka US$1.250 merupakan level resisten yang sangat penting,” katanya kepada CNBC.

Namun demikian, seorang pakar dari INTL FCStone, Edward Meir, justru memperingatkan agar investor jangan terlalu optimis. Meski ada tanda-tanda kecemerlangan logam mulia tersebut, tapi jangan terlalu bereuforia.

Ia mengatakan, dolar masih punya peluang menguat. “Dolar dan ekuitas masih punya banyak ruang,” ujarnya kepada MarketWatch.

Sementara dari dalam negeri, PT Aneka Tambang, Tbk belum merilis harga hariannya. Biasanya, BUMN yang jadi rujukan harga emas Tanah Air tersebut, baru mengeluarkan harga harian di atas pukul 08:00 WIB. (ren)