Bestprofit Futures Jakarta

Harga emas berjangka naik pada awal pekan ini usai hasil referendum Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa (UE).

Harga emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 15,20 atau 1,1 persen menjadi US$ 1.354,20 per ounce. Sementara itu, harga perak melonjak 98 sen atau lima persen menjadi US$ 20,57 per ounce.

“Masih ada sedikit prospek jangka pendek menunjukkan kalau reli belum mencapai titik jenuh,” ujar Bill McNamara Analis Teknikal Charles Stanley seperti dikutip dari lamanMarketwatch, Selasa (5/7/2016).

Pada Jumat pekan lalu, harga emas naik 1,4 persen. Selama sepekan, harga emas naik 1,3 persen. Harga logam mulia alami kenaikan seiring permintaan aset investasi relatif aman setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa atau disebut Britain Exit/brexit.

Analis menuturkan, emas dapat memperoleh keuntungan atau kenaikan mengingat masih ada ketidakpastian ekonomi global. “Kemungkinan level resistance di level US$ 1.390 atau lebih,” ujar McNamara.

Harga emas mengalami kenaikan pertama pada perdagangan awal pekan ini di tengah analis masih memprediksi harga emas tetap tertekan.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 40 sen menjadi US$ 1.088,10 per ounce di divisi Comex. Sementara itu, harga perak turun 1,9 persen atau 27,8 sen menjadi US$ 14,413 per ounce.

Sebelumnya harga emas mengalami koreksi berturut-turut dalam tujuh sesi sehingga melanjutkan penurunan mingguan. Harga emas diprediksi akan di bawah US$ 1.085,50, dan menjadi level terburuk sejak awal 2010.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)