Liputan6.com, New York – Harga emas terus menerus mengalami kenaikan terimbas melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan menurunnya saham di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Kamis (16/10/2014), harga emas berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,9 persen sehingga menetap di level US$ 1.244,80 per ounce pada pukul 1.42 Waktu New York, AS, di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga emas terus-menerus mengalami reli sejak Agustus lalu. Nilai perdagangannya pun juga terus berlipat ganda dalam 100 hari terakhir.

Harga emas mengalami kenaikan 2,4 persen pada pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Juni.

“Kami melihat banyak investor kembali berminat untuk mengoleksi emas,” jelas Analis Logam Mulia RBC Capital Markets LLC, George Gero.

Bertambahnya minat investor untuk mengoleksi logam mulia tersebut setelah melihat situasi perkembangan ekonomi dunia belakangan ini.

“Angka-angka ekonomi terus mengalami pelemahan, selain itu, beberapa indeks acuan saham di bursa Amerika juga terus merosot,” tambahnya.

Situasi tersebut membuat para investor kembali memburu aset-aset yang disebut sebagai aset penyelamat seperti emas. Akibatnya, harga emas pun kembali mengalami kenaikan. (Gdn)