http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Harga emas internasional masih berkutat di dekat level terendah sejak tiga bulan terakhir pada perdagangan hari ini. Sentimen kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) membuat emas sulit keluar dari zona tersebut.

Bestprofit Futures Jakarta

Dilansir dari CNBC, Rabu, 11 November 2015, harga emas di pasar spot internasional sedikit berubah menjadi US$1.088,80 per ons, turun sedikit dari perdagangan kemarin yaitu US$1.091,40 per ons.
Seperti diketahui, logam mulia tersebut jatuh ke level terendah sejak 7 Agustus pada Jumat pekan lalu senilai US$1084,9 per ons. Emas terus melanjutkan penurunannya selama sepuluh sesi terakhir.
Membaiknya laporan ketenagakerjaan AS yang membuat The Fed kemungkinan besar menaikan suku bunga acuannya pada Desember mendatang menjadi pemicu utama yang menekan harga emas.
Emas Domestik
Di pasar domestik, harga emas pada perdangangan hari ini tak mengalami perubahan dibanding kemarin. Berdasarkan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk, harga emas batangan tetap Rp550 ribu per gram.
Sementara itu emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2,6 juta, ukuran 10 gram Rp5,16 juta, ukuran 25 gram Rp12,82 juta, ukuran 50 gram Rp25,6 juta, dan ukuran 100 gram dijual Rp51,15 juta. Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp127,75 juta. Selanjutnya untuk ukuran 500 gram Rp255,3 juta.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok senilai Rp475 ribu per gram. Emas ukuran 250 dan 500 gram untuk pembelian langsung di kantor Antam sudah terjual habis.

Harga ditutup pada level terendah sejak 1 September 2016.

Rilis dari data ekonomi yang lemah, termasuk penjualan ritel yang loyo membantu mendorong harga emas pada Kamis pagi. Namun lanjut kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga minggu depan telah membuat investor di tepi, mendorong beberapa untuk menutup posisi long di emas, kata para pedagang.

Logam mulia juga dipengaruhi ketidakpastian pada tahun ini, terutama setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Namun analis Commersbank mengatakan kekhwatiran mereda, yang bisa meningkatkan harga emas.

“Di jangka pendek harga emas akan tetap tertekan, sebagian karena ekspektasi investor sudah tinggi dan sebagian lagi karena pelaku pasar keuangan tidak punya rasa takut pada saat ini,” katanya.

 (mfs – Bestprofit Futures Jakarta)