http://www.seputarforex.com

Emas diperdagangkan di level rendah empat tahun setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dilaporkan menambah stimulusnya dan Bank Sentral AS (The Fed) yang mengakhiri pembelian asetnya. Kebijakan bank sentral dua negara ekonomi teratas dunia tersebut jelas menampilkan divergensi arah kebijakan, sehingga secara tak lagsung melukai permintaan atas emas bulion akibat Dolar AS yang terus menanjak.

Menurut analis dari Bank ANZ, Felicit Emett, yang diwawancarai oleh Bloomberg, dua bank sentral yang menunjukkan arah kebijakan yang bertolak belakang, yakni The Fed yang mengakhiri stimulus dan BOJ yang malah menambah stimulus, berakibat buruk bagi harga emas dan perak. Harga dua logam mulia tersebut harus meluncur turun akibat Dolar yang melesat naik.

Emas Perak Lemah

Emas terus mengikis keuntungannya yang telah terkumpul sejak awal tahun 2014 setelah anjlok ke posisi 1,615.35, harga terendah sejak bulan Juli tahun 2010. Di samping itu, spekulasi pasar yang terus berkembang mengenai waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga AS turut menjadi faktor yang tak menguntungkan bagi harga emas dan perak.

Harga emas bulion untuk pengiriman segera jatuh sebanyak 1 persen ke harga 1,161.75 per ons dan $1,168.58 pada pukul 13:38 waktu Singapura menurut data Bloomberg. Sementara itu harga perak jatuh 2.4 persen ke $15.771 per ons, level terendah sejak bulan Februari 2010. Sementara di Comex NYMEX, emas berjangka untuk pengiriman Desemeber turut jeblok 0.9 persen ke $1,161 dan diperdagangkan di $1,168. Kedua logam mulia tersebut menurun untuk hari keempat sementara Dolar AS terus reli menuju level tinggi tujuh tahun terhadap Yen.