http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, New York- Harga emas mencetak rekor tertinggi dalam tiga minggu ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) Para pedagang logam mengalihkan fokus mereka pada kesimpulan dari pertemuan dua hari yang digelar Komite Pasar Terbuka (FOMC) Bank Sentral AS atau The Fed.

Dilansir dari Investing.com, Rabu (29/4/2015), pertemuan ini bisa memberikan petunjuk kepada pelaku pasar mengenai waktu kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni tercatat naik US$ 8,3 menjadi US$ 1.211,5 per ounce mencapai level tertinggi tiga minggu. Harga emas melanjutkan penguatannya, setelah melonjak lebih dari US$ 30 per ounce untuk membalikkan kerugian akhir pekan lalu.

Harga emas turun 2,34 persen pada pekan lalu untuk memasukkan penurunan mingguan kedua berturut-turut tersebut.

Dolar AS bergerak lebih rendah merespons laporan kepercayaan konsumen yang turun tajam untuk bulan April. The Conference Board dalam laporan bulanannya mengatakan, Indeks Keyakinan Konsumen turun lebih dari 6 poin pada bulan April dari level bulan Maret dari 101,3.

Indeks dolarAS, yang mengukur kekuatan greenback versus enam mata uang utama lainnya, turun tipis 0,33 persen 96,75  euo per dlar AS. Harga emas  menjadi lebih mahal untuk pembeli asing karena dijual dengan mata uang dolar.

The Fed diperkirakan akan terus mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini dari nol hingga 0,25 persen.

Tak hanya emas, harga perak untuk pengiriman Juli naik 1,13 persen menjadi US$ 16,625 per ounce. Tembaga untuk pengiriman Juli juga naik 0,39 persen ke US$ 2.788 per pound. (Ndw)