Jakarta, (Analisa). Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memberikan penjelasan mengenai kenaikan harga 4 komoditas pangan kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung. Empat komoditas pangan itu antara lain bawang merah, bawang putih, telur, dan daging ayam. Menurut Lutfi, ada beberapa penyebab utama yang memicu harga keempat komoditas tersebut mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga sebelum Puasa dan menjelang Lebaran rutin terjadi karena tingginya permintaan.

“Kalau kita melihat basis ini untuk 30 hari sebelum Lebaran kita bisa meihat ada barang-barang yang punya tingkat kenaikan yang cukup tinggi apa itu yaitu daging ayam, telur ayam, bawang merah dan putih,” kata Lutfi usai rapat koordinasi pangan di Kantor Menko Perekonomian, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/6).

Dari keempat komoditas pangan tersebut, Lutfi mengakui kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas telur ayam dan bawang merah yang masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 10% dan 15%. “Jadi kalau dilihat kenaikannya yang tertinggi adalah untuk telur ayam dan bawang merah, telur ayam lebih dari 10% dan 15% bawang merah, kalau daging ayam dan telur ayam itu memang dengan dirancang dari kementerian perdagangan supaya terjadi kebangkrutan massal, yang saya jelaskan dua hari lalu,” tuturnya.

Meskipun kedua komoditas pangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Lutfi menjamin pasokan cukup saat Puasa dan Lebaran berlangsung. “Tetapi stok cukup dan terjadi panen, kami yakin harganya kembali normal menjelang puasa,” imbuhnya. Lutfi menambahkan ada beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit merah. Penurunan harga terjadi disebabkan pasokan yang berlebihan karena memasuki musim panen.

“Ada 3 barang utama yg jatuhnya di bawah 10% yaitu cabai merah, keriting dan cabai rawit karena dalam posisi panen, di lain itu semua kelihatan semua stok lain bagus kami menjaga agar tidak terjadi roller coaster harganya naik turun seperti tahun lalu, kami sudah pastikan stok lain sudah memadai dan sudah kami laporkan dan tidak akan terjadi di luar kebiasaan 5%-10% sebelum Puasa dan 30 hari sebelum Idul Fitri,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) mengatakan sudah mendapatkan informasi penyebab kenaikan harga beberapa komoditas pangan dari Kemendag. Ia juga memastikan semua pasokan pangan menjelang Puasa dan Lebaran tahun 2014 relatif cukup termasuk beras.

“Tercover semua kebutuhan untuk Puasa dan Lebaran. Stok beras ada 1,9 juta ton yang cukup aman untuk antisipasi Ramadan dan Idul Fitri. Kita ingin ada keseimbangan supply dan demand. Artinya para petani peternak kehidupan lebih baik dan konsumen kita tidak dirugikan. Mata rantai kita perpendek dan kita persempit agar tidak terlalu panjang,” pungkasnya. (dtc)