Bestprofit Futures

Ada yang berbeda pada momen mudik Lebaran kali ini. Siklus puncak arus mudik yang biasanya gampang diprediksi waktu dan tempatnya, tahun ini justru dinilai “lebih sulit”. Bestprofit Futures

Kenapa lebih sulit? Karena ternyata kemacetan bisa dengan cepat dan mudah cair. Penumpukan kendaraan nyaris tidak terjadi pada tiga hari jelang Lebaran.

Saat Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com memantau arus mudik di Gringsing Exit, pada Kamis (22/6/2017), semua berjalan seperti laiknya lalu lintas harian normal.

Padahal, tak kurang beberapa pengamat transportasi, infrastruktur, badan usaha jalan tol (BUJT), maupun pemerintah sendiri memperkirakan arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2 Idul Fitri, dengan lokasi terpadat ruas Tol Pemalang-Batang di Gringsing Exit.

Meminjam istilah Bigjen Pol Dr Chrisnanda yang menjadi wasit penilai kepadatan arus lalu lintas segmen Pejagan-Kaligangsa, istilah H- dan H+ hanya membuat sempit penilaian akan sesuatu secara obyektif.

“Justru dengan mengubah cara berpikir seperti itu, kita dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi segala situasi dan kondisi,” ujar Chrisnanda kepada Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com, Kamis (22/6/2017). 

Karena itu, tutur dia, seluruh personel pengaman arus mudik dan balik Lebaran 2017 kali ini lebih siap dan proaktif.

Mereka saling mengingatkan, menyadari, dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada publik selama mudik dan balik Lebaran 2017.

“Semua terkoordinasi dengan baik. Artinya kalau pun ada masalah kita segera tangani,” tambah Chrisnanda.

Kendati demikian, dia tak menampik, bahwa selalu akan masalah seperti kemacetan panjang, namun, yang paling penting adalah hal itu cepat terurai dan tertangani.

“Kami selalu menekankan untuk bekerja melayani publik secara proaktif. Ada atau tidak ada kemacetan, kami harus selalu berpikir bagaimana mencari solusi supaya arus mudik lancar, selamat, dan aman,” papar Chrisnanda.

( mfs – Bestprofit Futures )