http://economy.okezone.com

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) belum lama ini membuat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). BI meyakini dengan adanya gerakan ini bisa mengurangi masalah-masalah seperti kasus korupsi.”Salah satu persoalan yang selama ini membelenggu perekonomian nasional untuk dapat bersaing di era globalisasi adalah fenomena ekonomi biaya tinggi, yang mempengaruhi efisiensi perekonomian, misalnya praktik pungutan liar, suap, korupsi, dan lemahnya layanan serta tata kelola birokrasi,” ucap Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam pidatonya dalam Acara Pertemuan Tahunan BI di JCC, Kamis (20/11/2014).

Permasalahan itu sejatinya dapat diatasi salah satunya denhan penggunaan transaksi non tunaii, yang memingkinkn keseluruhan transaksi tercatat secara elektronis dan lebih efisien dari sisi waktu, media dan biaya bertransaksi.

“Kami akan memberikan kontribusi terbaik untuk mendorong efisiensi perekonomian nasional melalui perluasan transaksi non tunai,” tukas dia.