Bestprofit Futures Jakarta

Seorang wanita muda cantik diterpa masalah bertubi-tubi tanpa ia ketahui sebabnya. Mulai dari dikira hacker sampai dituduh jadi selingkuhan suami orang. Usut punya usut, semua ini gara-gara namanya dipakai oleh Google.

Sekitar dua tahun lalu, Casey Baumer mendapatkan email pertamanya terkait pangkal permasalahannya dengan Google. Seorang teman memberitahukan satu hal yang tak pernah ia duga sebelumnya.

“Teman saya bilang, ‘apakah kamu tahu, namamu ada di Google Docs?‘. Dan saya sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan,” kata Baumer seperti¬†Bestprofit Futures kutip Independent, Selasa (19/7/2016).

Kemudian, pada akhirnya, tak perlu waktu lama bagi sang wanita yang berprofesi sebagai food stylist ini untuk memahaminya.

Jika Anda pernah menggunakan salah satu aplikasi Google seperti Docs atau Slides, Anda akan menemukan nama Casey Baumer di bagian atas contoh resume atau project template.

Google rupanya menggunakan namanya secara random untuk semua contoh dokumen di aplikasinya. Juru bicara Google mengatakan, mereka memilih menggunakan Casey Baumer, ketimbang John Smith atau Jane yang sudah pasaran, sebagai cermin semangat kreativitas.

Masalahnya, keputusan ini malah membuat Baumer ribet. Wanita berusia 20-an tahun ini harus menerima puluhan pesan bernada kemarahan, dan sering membuatnya bingung.

Awalnya, Baumer berusaha untuk menghiraukan pesan-pesan tersebut, dan meresponsnya dengan menjelaskan bahwa namanya dijadikan sebagai contoh template dokumen oleh Google.

“Namun lama kelamaan, situasi ini jadi makin aneh sejak setahun lalu, saya menemukan ada banyak pesan di inbox akun Facebook. Mereka menuduh saya meretas akun Google mereka, atau diam-diam mengirim pesan dengan orang-orang dekat mereka,” sebutnya.

Beberapa pesan tidak ditanggapi terlalu serius olehnya. Malah banyak di antaranya yang konyol dan membuatnya tertawa. Namun ada pula yang membuatnya benar-benar tidak nyaman. Baumer harus berulang kali menjelaskan apa yang terjadi.

“Jika Anda benar-benar melihat dokumen tersebut, selain nama saya, sangat jelas bahwa apa pun yang tercantum di sana bukan sungguhan. Tapi orang-orang tidak benar-benar membacanya,” kata Baumer.

Kesal menghadapi situasi ini, dia pun memposting sejumlah status di akun Facebook pribadinya, dan meminta tolong siapa pun yang melihatnya untuk membantu menyampaikan ke Google.

“Apakah ada di antara kalian yang bekerja untuk Google atau Google Docs atau tahu seseorang yang tahu soal ini, tolong bantu saya. Google menggunakan nama saya untuk semua contoh dokumen. Siapa pun yang menggunakan Google Docs akan melihat ada banyak contoh dokumen menggunakan nama saya.

Setiap hari saya mendapatkan pesan Facebook dari orang tak dikenal yang berpikir saya berselingkuh dengan suaminya dan sengaja meninggalkan resume dan lain-lain di komputer mereka.

“Saya dapat pesan dari orang-orang yang mengira saya meretas komputer mereka. Saya menerima pesan dari orang yang mengira saya mencuri tugas sekolah mereka. Dan masih banyak lagi. Kalaupun kalian tidak tahu orang yang bekerja di Google atau Google Docs, tolong bantu agar postingan ini agar viral dan Google melihatnya dan mengganti nama saya,” demikian status panjang yang diposting Baumer.

Dia bertanya-tanya, apakah Google benar-benar mencari tahu namanya sebelum menggunakannya untuk contoh dokumen. “Saya harap Google melakukannya,” ujarnya.

Usaha ini rupanya cukup berhasil dan mendapat perhatian sejumlah media. Adalah Business Insider yang pertama kali menghubungkan Baumer dengan Google. Juru bicara Google mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam proses mengupdate nama di template dokumen.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)