Gaji Hingga Rp 200 Juta/Bulan, Jabatan Dirut Bursa Efek Jadi Rebutan

http://finance.detik.com

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bulan depan akan merombak jajaran direksi. Sampai saat ini, ada lima orang yang memperebutkan posisi direktur utama (dirut) pasar modal.

Lima orang tersebut masing-masing membawa para pendamping yang tergabung dalam paket pencalonan direksi BEI untuk maju dalam pemilu bursa.

Jumlah paket yang maju dalam pemilu bursa untuk masa jabatan 2015-2018 ini lebih banyak, dibandingkan periode sebelumnya yang hanya ada tiga paket untuk 2012-2015.

Peminat kursi jabatan dirut ini makin hari makin tinggi saja. Mengapa banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi orang nomor satu di BEI? Simak hasil rangkuman detikFinance, Kamis (15/4/2015).

1. Jabatan Bergengsi Tinggi

//images.detik.com/content/2015/04/16/6/070928_bei.jpg

“Menjadi direksi BEI sebagian orang menganggapnya merupakan jabatan yang high level position jika di-compare dengan direktur di emiten atau sekuritas. Jadi direksi BEI kan jabatan yang bergengsi,” kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Susy Meilina, kepada detikFinance kemarin.

Dengan posisi yang bergengsi tersebut, bos BEI bisa bergaul dengan banyak orang penting, seperti pejabat negara tetangga, menteri, hingga presiden Republik Indonesia (RI).

“Mereka bisa ketemu presiden langsung, didatangi presiden, bisa ketemu pejabat-pejabat,” ujar Susy.

2. Gaji Sekitar Rp 200 Juta/Bulan

//images.detik.com/content/2015/04/16/6/071003_bei1.jpg

Menurut Susy, gaji menjadi salah satu alasan banyak orang berminat atas posisi nomor satu di pasar modal dalam negeri ini.

“Dapat gaji dan tunjangan banyak, besarannya tergantung posisinya. Jadi kan setiap paket calon direksi BEI itu berhak mengajukan kepada OJK soal besaran tunjangan, remunerasi, bonus selama nanti masa mereka menjabat,” katanya.

Maka dari itu, dari lima calon bersama paketnya yang sudah siap maju di pemilu bursa 2015 mengajukan bonus dan remunerasi yang berbeda-beda.

Susy menambahkan, gaji direksi BEI saat ini sekitar Rp 190 juta per bulan. Gaji direksi tersebut setara 90% dari gaji dirut, sehingga gaji dirutnya sekitar Rp 211 juta per bulan.

“Direktur BEI itu Rp 190 juta, itu 90% dari gaji dirutnya. Kalau gaji dirutnya, ya hitung saja,” jelasnya.

3. Dapat Bonus Hingga Rp 3,4 Miliar

//images.detik.com/content/2015/04/16/6/071049_bei2.jpg

Selain gaji, kata Susy, Dirut BEI bersama jajaran direksinya juga dapat bonus cukup tinggi. Tahun lalu, bonusnya setara 17 kali gaji. Artinya, jika rata-rata direksi digaji Rp 200 juta, maka bonusnya bisa mencapai Rp 3,4 miliar dalam setahun.

“Di tahun-tahun sebelumnya, untuk bonus saja untuk direksi BEI itu bisa 17 kali, itu bonus saja, gaji beda lagi,” katanya kepada detikFinance.

Bagi jajaran direksi baru BEI yang nanti menjabat, bonus tetap diberikan tapi kelipatannya lebih kecil dari sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah sistem pemberian bonus dan gaji direksi BEI.

“Tapi sekarang sudah dibatasi pemberian bonus, maksimal hanya 6 kali (gaji). Bonus maksimal 6 kali itu buat yang performance-nya bagus,” jelasnya.

4. Gajian 16 Kali Setahun

//images.detik.com/content/2015/04/16/6/071146_bei4.jpg

Tak hanya besar, gaji untuk bos BEI ini juga diberikan hingga 16 kali setahun.

Hal ini jauh berbeda dengan gaji direksi di perusahaan efek (sekuritas) maupun di perusahaan yang terdaftar di pasar modal (emiten), yang rata-rata digaji 13 kali dalam setahun.

“Di tahun-tahun sebelumnya, untuk bonus saja untuk direksi BEI itu bisa 17 kali, itu bonus saja, gaji beda lagi bisa sampai 16 kali. Padahal normal untuk direksi di emiten atau perusahaan sekuritas itu 13 kali,” kata Susy.

5. Bebas Ajukan Bonus dan Tunjangan

//images.detik.com/content/2015/04/16/6/071302_bei6.jpg

Selain menyampaikan visi-misi, program-program, dan mengikuti tes uji kelayakan atau fit and proper test, bakal calon direksi BEI melalui Anggota Bursa (AB) pendukungnya berhak mengajukan besaran bonus, tunjangan, remunerasi, dan fasilitas lainnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, pengajuan tersebut diatur dalam ketentuan OJK yang nantinya akan dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran OJK.

“AB mengajukan remunerasi, gaji, dan lain-lain, memang diatur dalam UU, pengajuannya ya yang layak dan sesuai dengan kondisi saat ini, itu sudah ada target-target dan perhitungannya,” kata dia.

Nurhaida menyebutkan, para direksi bursa juga berhak mendapatkan fasilitas lain selain gaji dan bonus, yaitu berbagai tunjangan seperti kesehatan hingga transportasi.