Gagal Bayar Mitra Usaha, Koperasi Cipaganti Tawarkan Berdamai

http://finance.detik.com

Jakarta -Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) menawarkan solusi melalui Rencana Perdamaian yang dibahas pada rapat tanggal 27 Juni 2014 di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Solusi ini mengakomodasi kepentingan para mitra yang sebagian besar tidak ingin pailit dan menginginkan keterbukaan di dalam pengelolaan koperasi selanjutnya.‬

‪Juru bicara Tim Restrukturisasi yang ditunjuk Koperasi Cipaganti, Pribadi Agung mengatakan, adalah hal penting bagi koperasi dan pengelolanya untuk memprioritaskan kinerja dan aset-aset yang ada dan beroperasi saat ini sehingga dapat memberikan pengembalian yang optimal bagi para mitra.‬

‪”Bisnis Cipaganti memiliki prospek yang baik, makanya kami merekomendasikan suatu model bisnis dan rencana strategis untuk menciptakan value dan men-deliver hasil kepada mitra,” kata Agung dalam siaran pers, Senin (30/6/2014).‬

‪Agung menjelaskan, dalam skema restrukturisasi yang ditawarkan, nantinya semua aset akan dikumpulkan ke dalam perusahaan baru, di mana sahamnya dimiliki 99,9% oleh koperasi. Para mitra yang nantinya akan menjadi koperasi, dapat mengontrol langsung aset dan proses restruktirisasi ini.‬

‪Selama masa transisi sebelum para mitra jadi anggota koperasi, Agung mengatakan, dapat dibentuk Komite Investasi Mitra Usaha (KIMU), yang terdiri atas perwakilan para mitra yang dipilih sendiri oleh para mitra untuk mengawal proses restrukturisasi ini.‬

‪”Melalui skema ini, maka koperasi akan dapat meningkatkan tata kelola koperasi,mengoptimalkann nilai aset, meningkatkan profesionalitas, dan mitra dapat menentukan sendiri bagi hasil dan pengembalian pokoknya,” ujarnya.‬

‪Mengenai penahanan bos Cipaganti, Andianto Setiabudi, Agung menekankan bahwa ini sangat berpengaruh pada proses restrukturisasi. “Dari dulu pak Andianto beritikad baik untuk mencari solusi, mengawal seluruh proses restrukturisasi bersama dengan para mitra. Dari yang kami pantau, tidak ada indikasi dia untuk lari,” jelasnya.

Sementara salah satu pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Mappajanci Ridwan Saleh mengatakan, dirinya mengapresiasi bagaimana koperasi Andianto bersama Tim Restrukturisasi telah menjalankan proses PKPU dengan baik. Menurutnya, dalam kasus lain, dokumen sulit dicari dan orang yang bertanggung jawab sulit dihadirkan, sementara Koperasi selalu membuka diri terhadap pencarian dokumen dan rencana pertemuan.‬

‪”Andianto mengakui memiliki utang kepada koperasi senilai Rp 3,1 triliun. Disebut melakukan penggelapan itu hanya jika seseorang tidak mengakui kewajibannya. Semua informasi telah disampaikan ke PKPU karena semangat untuk tidak merugikan mitra dengan pailit,” pungkas Agung.‬

‪Sebagaimana diberitakan, Kepolisian Daerah Jawa Barat menahan Djulia Sri Rejeki dan Yulinda Tjendrawati, petinggi perusahaan dan koperasi Cipaganti, Bandung, pada Senin, 23 Juni 2014 terkait dugaan penipuaan atas mitra usaha Koperasi Cipaganti. Penahanan keduanya bersamaan dengan bos Cipaganti, Andianto Setiabudi.‬

‪Ketiga tersangka dijerat Pasal 372, 378, serta Pasal 55 Undang-Undang Hukum Pidana. Adapun penahanan oleh kepolisian dilakukan untuk mencegah para tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,.‬

‪Pihak kepolisian menjelaskan, dugaan penipuan yang dilakukan petinggi Cipaganti tersebut berawal dari Koperasi Cipaganti menghimpun dana dari masyarakat sejak 2008 hingga Mei 2014 dari 8.700 mitra senilai Rp 3,2 triliun. Andianto menjanjikan dana nasabah akan dikelola koperasi untuk bisnis perumahan, pompa bensin, transportasi, perhotelan, alat berat, dan tambang. Dari bisnis itu, investor akan mendapat imbalan bagi hasil 1,6-1,95% per bulan sesuai tenor.‬

‪Dana, antara lain, disalurkan ke tiga perusahaan Andianto cs, yakni ke PT Cipaganti Citra Graha, PT Cipaganti Global Transportindo, dan satu perusahaan lainnya. Namun bisnis yang dijanjikan tidak berjalan lancar dan imbasnya adalah masalah gagal bayar kepada para investor.‬