http://vibiznews.com

Pergerakan harga Euro hingga siang hari ini (2/7) terlihat mencoba menahan pelemahan terhadap dollar AS. Sesi Asia, Euro sedikit terangkat setelah dua hari perdagangan anjlok cukup dalam. Selain karena kondisi fundamental dan kekacauan ekonomi Yunani, Euro juga harus tergerus selama dua hari perdagangan oleh serangkaian data-data fundamental AS yang cenderung rapih.

Secara fundamental, di tengah kebijakan pelonggaran ekonomi untuk memerangi deflasi, namun kestabilan ekonomi Eropa hingga saat ini masih sangat meragukan. Keraguan ini terindikasi dari  beberapa laporan fundamentalnya yang mengecewakan, seperti tergelincirnya inflasi Eropa bulan Juni ke 0.2% dari sebelumnya 0.3% yang dikatakan terkuat selama 6 bulan.

Kemudian juga tingkat kepercayaan konsumen di kawasan Eropa pada bulan Juni lalu dilaporkan kembali memburuk memasuki bulan ke-3 berturut-turut. Ditambah lagi dengan kekacauan ekonomi dari salah satu negara anggotanya yaitu Yunani.

Di lain pihak, dari ekonomi AS justru sedang menujukan performa yang solid. Ini terlihat dari serangkaian data-data fundamentalnya seperti bisnis perumahan, kepercayaan konsumen, dan penyerapan tenaga kerja yang menggembirakan dari laporan ADP.

Menjelang rilis data fundamental dari Spanyol dan badan statistik pemerintah AS untuk sektor ketenagakerjaan, terlihat saat ini (05:44:11 GMT, Kamis 2 Juli 2015) pair EURUSD sedang mencoba naik membentuk harga tinggi, terpantau harga sedang bergulir di kisaran 1.1072 atau berada di atas pembukaan 1.1052. Sedangkan pada perdagangan sebelumnya EURUSD membentuk harga tinggi di 1.1170 dan rendah di 1.1042.

Secara teknikal Analyst Vibiz Research Center memperkirakan berdasarkan harga tertinggi dan terendah kemarin, jika pair ini menguat maka akan dibatasi oleh resisten pada kisaran 1.1164. Dan jika melanjutkan pelemahan maka akan menguji suport terdekat di kisaran 1.1000 hingga suport 1.0914.