Fenomena Baru, Para Pria Sukses Berhenti Kerja demi Keluarga

http://female.kompas.com

KOMPAS.com — Kini, di Amerika Serikat muncul fenomena baru, yakni para pria yang telah mencapai kesuksesan memilih mundur dari posisi dan pekerjaan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.

Uniknya, mereka memilih keluar dari pekerjaan saat usia masih relatif muda dan belum memasuki usia pensiun.

Salah satunya adalah CFO Uber Brent Callinicos yang mengumumkan bahwa pada awal pekan ini dia meninggalkan pekerjaan agar dapat memiliki lebih banyak waktu bersama keluarganya. Pengunduran diri Callinicos ini diumumkan sepekan setelah CFO Google Patrick Pichette mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti bekerja untuk keliling dunia bersama sang istri.

Tujuh bulan lalu, CEO MongoDB Max Schireson juga memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya. Schireson mengaku kehilangan berbagai momen penting dalam hidupnya karena fokus pada pekerjaan, termasuk operasi yang dijalani sang putra dan musibah anak anjing peliharaannya ditabrak mobil.

Fenomena para pria pemangku kekuasaan yang memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan biasanya terjadi pada perusahaan teknologi. Kondisi ini secara tak langsung mengisyaratkan bahwa sebenarnya pria ingin terlibat dalam keluarga dan rumah tangga. Mereka ingin menghadiri pertandingan buah hatinya dan berbagi kegembiraan dalam keluarga. Mereka pun ingin menghormati dan mengapresiasi kehadiran istri mereka.

Pada tahun 2011 silam, Families and Work Institute (FWI) menulis laporan penelitian bertajuk The New Male Mystique. Lembaga itu menyoroti para eksekutif pria yang mengalami pergulatan klasik tentang konflik keluarga dan pekerjaan. Ketidakseimbangan ini muncul ketika dalam sepekan waktu mereka lebih banyak dihabiskan pada pekerjaan ketimbang keluarga.

Laporan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.298 responden pria yang telah menikah serta memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Hasilnya, 60 persen responden melaporkan bahwa mereka mengalami konflik antara pekerjaan dan keluarga.

“Studi ini memungkinkan para pria mengungkapkannya. Kelihatannya mereka tidak seberat wanita, tetapi ternyata mereka bergumul dengan permasalahan yang sama. Mereka juga menghadapi masalah keseimbangan antara pekerjaan dan peran sebagai orangtua,” ujar Presiden FWI Ellen Galinsky.