http://analisadaily.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

Singapura, (Analisa). Sebagian besar valuta Asia terapresiasi melawan dolar AS, Kamis (18/12), setelah Federal Reserve AS menenangkan “saraf” pasar dengan menyatakan pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga.

Dukungan terhadap mata uang regional juga bertambah berkat stabilisasi mata uang rubel Rusia dan kenaikan harga minyak mentah.

Meski demikian, won merosot setelah dolar kembali perkasa melawan yen.

Unit tersebut selama hampir sebulan terus bergerak searah dengan laju mata uang Jepang.

Ringgit, rupee, dan rupiah menguat. Ringgit mencapai tingkat tertinggi dua pekan.

Membaiknya sentimen pasar di balik kenaikan pasaran minyak mentah mendukung unit itu. Rupiah terangkat berkat intervensi bank sentral dan kabar Fed.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rabu, mengatakan BI akan melanjutkan perannya untuk “menstabilkan” rupiah di pasar valuta asing dan obligasi di pasar sekunder.

Kemerosotan rupiah tampak pesat awal pekan ini akibat permintaan dolar dari korporasi pada akhir tahun dan kerisauan para investor luar negeri sehubungan kebijakan Fed, yang menyebabkan penarikan dana dari Indonesia.

Pada awal perdagangan rupiah dibuka pada level 12.655.

Pada pukul 10.00 rupiah berada pada level 12.580.

Di akhir perdagangan rupiah berada pada tingkat 12.560, naik dari 12.655, level sebelumnya.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1,3117, naik dari 1,3138

Dolar Taiwan: 31,40, turun dari 31,35

Won Korea: 1.101,70, turun dari 1.095,20

Baht Thailand: 32,90, naik dari 32,94

Peso Pilipina: 44,71, naik dari  44,72

Rupee India: 63,33, naik dari 63,58

Ringgit Malaysia: 3,4735, naik dari 3,4855

Yuan Tiongkok: 6,2177, turun dari 6,1975

Di Tokio, yen melemah terhadap dolar AS setelah sempat melemah di tengah kerisauan pasar terkait penurunan harga minyak dan mata uang rubel Rusia.

Penguatan dolar AS muncul setelah para pelaku pasar mengambil posisi short covering karena kegelisahan investor global sehubungan kenaikan rate telah reda.

Dolar AS terakhir tercatat 118,58 yen, meningkat dari 116,30 yen sebelumnya.

Di London, euro terdepresiasi terhadap dola AS setelah para investor mengalihkan perhatian mereka pada keputusan Swiss National Bank.

Bank sentral itu disinyalir akan menerapkan suku bunga deposito negatif. Penerapan itu akan dimulai 22 Januari, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) akan menggelar rapat.

Pasar cemas ECB akan melakukan serupa.

Kurs dolar  AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen  Jepang: 118,82, naik dari 117,85

Franc Swiss: 0,9808, turun dari 0,9811

Dolar Kanada: 1,1609, turun dari 1,1613

Sterling terhadap dolar: 1,5624 turun dari 1,5628

Euro terhadap dolar: 1,2291 turun dari 1,2293

HARGA EMAS

Di Comex New York, harga emas melejit pada pembukaan Kamis.

Kontrak Desember  diperdagangkan pada level $1.205,60 per ounce, naik $11,10.

Harga spot pada pukul 13.53  GMT (20.53 WIB) tercatat $1.204,60, per ounce, meningkat 1,32%.

Di London, pasaran emas kembali diatas $1.200 per ounce setelah Fed menetapkan tidak akan tergesa-gesa dalam menaikkan suku bunga. Ini membuat tidak hanya pasar emas naik, pasar saham ikut bullish.

Meski demikian, keuntungan emas kemungkinan akan terbatas, sebagaimana suku bunga diperkirakan akan naik tahun depan. Ekonom di bank terbesar Wall Street masih yakin Fed akan menaikkan suku pada bulan Juni mendatang.

Pada malam hari, harga emas $1.206,10 per ounce, meningkat 1,5 persen dari penutupan sebelumnya di New York.

Harga perak tercatat $16,10 per ounce, meningkat 2,6 % dari sebelumnya.

Di Singapura, harga emas naik satu persen di atas $1.200 per ounce usai Federal Reserve AS mengatakan akan melakukan pendekatan “sabar” dalam menentukan kapan harus menaikkan suku bunga, bahkan ketika ekonomi AS menguat.

“Pernyataan Fed tidak menyiratkan terkait kenaikan suku. Saya pikir emas dapat stabil antara $ 1.180 dan $ 1.200 per ounce,” kata Mark To, Kepala Riset di Wing Fung Financial Group Hong Kong.

Di Singapura, harga emas $1.200,56 per ounce, meningkat 1,04% pada penutupan sebelumnya di New York.

Di Tokyo, kontrak benchmark Desember 2014 4.572 yen per gram, menguat 71 yen dari sebelumnya

PT. BESTPROFIT FUTURES