REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Federal Reserve pada Rabu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk 2014 menjadi di kisaran 2,1-2,3 persen, setelah mengalami kontraksi lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal pertama tahun ini.

Namun Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan tingkat suku bunga acuannya tak berubah, memprediksi seperti sebelumnya bahwa peningkatan awal tingkat suku bunga federal funds dari tingkat nol saat ini akan terjadi hanya tahun depan, dan setelah itu tingkat suku bunga tidak akan meningkat dengan cepat.

FOMC, seperti yang diperkirakan, memutuskan untuk mengurangi lagi program stimulus pembelian obligasinya sebesar 10 miliar dolar AS, membawanya menjadi 35 miliar dolar AS per bulan dari 85 miliar dolar AS pada Desember tahun lalu.

Para pembuat kebijakan bank sentral mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi “telah kembali rebound (berbalik naik) dalam beberapa bulan terakhir” dari kontraksi pada kuartal pertama.

Pengeluaran rumah tangga dan investasi bisnis keduanya meningkat, kata mereka dalam pernyataan kebijakan mereka setelah pertemuan selama dua hari.

Tetapi mereka juga mengatakan bahwa angka pengangguran, sekalipun dengan tingkat sekarang sebesar 6,3 persen, “tetap tinggi”, dan bahwa pemulihan sektor perumahan masih lambat.

Pada Maret, Fed memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di kisaran 2,8-3,0 persen, sebelum kedalaman dari musim dingin mengalami kemunduran, sebagian karena cuaca sangat keras di sebagian besar wilayah negara.

Namun para pejabat bank sentral sedikit meningkatkan prediksi mereka untuk pertumbuhan PDB pada 2015 menjadi ke kisaran 3,0-3,2 persen, dengan inflasi bertahan pada sekitar 2,0 persen.

Mereka juga memperkirakan tingkat pengangguran, indikator penting untuk kebijakan moneter, jatuh dari saat ini 6,3 persen menjadi sekitar 6,0-6,1 persen pada akhir tahun, dan menjadi sekitar 5,4-5,7 persen pada 2015, keduanya sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Ada sangat sedikit perubahan kenaikan untuk “dot chart” FOMC yang banyak dipantau, merencanakan di mana para peserta dalam pertemuan kebijakan moneter melihat suku bunga untuk tiga tahun ke depan.

Rata-rata mereka memperkirakan suku bunga fed funds mencapai 1,125 persen pada akhir 2015, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2,0 persen, dan 2,125 persen pada akhir 2016.

Tetapi mereka memangkas kembali sedikit perkiraan mereka untuk kenaikan lebih lanjut setelah itu.

Saham-saham AS, yang diperdagangkan sedikit lebih rendah menjelang pengumuman dari FOMC, didorong lebih tinggi setelah pengumuman. Indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 1.948,32. Sementara itu dolar sedikit berubah dari kerugian sebelumnya, diperdagangkan di 1,3570 dolar per satu euro.