Fed Khawatir, Faktor Bisa Membuat Pasar Tetap Bergolak

analisadaily.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

(Reuters/Brendan McDermid) PASAR AKAN TETAP BERGEJOLAK: Sejumlah pedagang di lantai Bursa New York mendengarkan kesaksian Ketua Fed, Janet Yellen di depan Kongres di layar televisi baru-baru ini.
Fed khawatir, sejumlah faktor yang tengah berkembang di pasar finansial dunia dapat memicu gejolak pasar. Faktor-faktor dimaksud, antara lain, akibat buruk dari berbagai kebijakan bank sentral, antisipasi penaikan suku bunga Fed, kebijakan pelonggaran UE, pergerakan harga emas, minyak, obligasi hingga exit dan deal utang Yunani, dapat menjadi kekuatan yang memporak-porandakan pasar finansial global.

New York, (Analisa). Kekhawatiran Fed bisa menjadi kekuatan penggerak lagi terhadap pergolakan pasar Rabu. Akibat buruk dari berbagai kebijakan bank sentral itu yang menyimpang, memicu terjadinya rally dolar dan bursa saham diobral Selasa. Para pedagang bereaksi terhadap program pembelian obligasi Bank Sentral Eropa (ECB), dan fakta bahwa Fed bisa saja mengisyaratkan semakin dekatnya penaikan suku bunga dalam rapatnya pekan depan.

Ketika dolar naik, euro turun $1,07 terhadap greenback, hingga agak mengganggu terhadap paritas, jauh lebih cepat dari perkiraan sejumlah ahli strategi. S&P 500 ambruk, dengan penurunan 1,7% menjadi 2.044, dalam penjualan besar-besaran terburuknya sejak 5 Januari.

Banyak yang memperkirakan Fed akan menghilangkah kata-kata “sabar” dari pernyataannya, dan itu akan menjadi isyarat bagi pasar bahwa bank sentral AS tersebut tidak lama lagi akan menaikkan suku bunga acuannya paling tidak Juni.

“Dapat dipastikan QE (pelonggaran kuantitatif) Eropa akan diperpanjang, namun menurut pendapat saya itu jauh lebih merupakan reaksi terhadap Fed. Dalam banyak cara, kita memperkirakan kelemahan akan berlanjut hingga tanggal 18 dan apa yang akan dikatakan atau dilakukan Fed masih belum dapat dipastikan kini,” kata ahli strategi saham UBS, Julian Emanuel. “Kami memperkirakan kata-kata ‘sabar’ akan dihilangkan, kecuali Fed secara khusus membekali diri dengan fleksibilitas tinggi… Hingga tanggal 18 kami tidak bisa punya terlalu banyak perkiraan. Yang pasti kami akan berhati-hati,” katanya.

Komoditi juga mengalami hari yang buruk, Selasa. Emas berjangka mencatat level rendahnya dalam tiga bulan $1.155 per ounce, dan tembaga berjangka turun 1,88%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 2,6% menjadi $48,71 per barel.

“Emas mencatat harga tertingginya $1.307 pada 22 Januari. Penyebab utama perkembangan yang sekarang ialah bahwa pasar pada tahapan ini memposisikan diri kembali untuk beberapa bentuk nada agresif dari Fed pada 18 Maret nanti, dan di saat sama kita kita melihat trend penurunan yang cukup agresif di dalam yield (imbal-hasil) Eropa,” kata Bart Melek, kepala bagian strategi komoditi di TD Securities.

Kenaikan Fed Rate Diprediksi Juni

Dia mengatakan, emas bisa saja mencapai level rendahnya tahun lalu $1.132 per ounce. “Jika Fed meniadakan istilah buruk — sabar — itu, pasar akan berpikiran bulan Juni memungkinkan (bagi penaikan suku bunga dimaksud),” kata Melek yang memperkirakan kenaikan rate nanti akan disebabkan data ekonomi Pebruari yang lemah.

Imbal-hasil surat utang pemerintah Eropa berperan membuat gejolak pasar Selasa, dengan yield obligasi 10-tahun Jerman mencatat level rendahnya yang baru 0,226%. Yield Treasury (Depkeu AS) menyusul rendahnya yield Eropa, walau spekulasi tentang kenaikan rate Fed sempat membuat lebih tingginya yield setelah laporan pekerjaan Pebruari yang kuat Jumat lalu.

“Banyak hal berlangsung di sini, dan cukup menakjubkan bagaimana kita meninggalkan euforia pasar kerja non-pertanian dalam hanya dua hari,” kata George Goncalves, kepala bagian strategi rate di Nomura. “Saya merasa cemas seperti orang-orang setiap kali ada kegiatan Fed hingga bank sentral itu mengeluarkan sebuah keputusan… Bursa saham nampak dalam keadaan gugup. Kita masih berada di dunia di mana risiko tidak sama dengan rate rendah. QE sama dengan rate rendah secara global karena tidak cukup banyak uang di dalam sistem,” katanya.

Goncalves mengatakan, dolar berperan cukup baik karena investor memperkirakan Fed akan bertindak. Pasar terpecah antara apakah penaikan rate pertama dalam Juni atau September walau sejumlah ekonom menekankan bahwa laporan kuat Jumat tentang pengkaryaan 295.000 non-pertanian tidak akan mempercepat penaikan rate Fed.

Emanuel mengatakan, “sangatmudah bagi pasar untuk menjadi rentan di saat ketika ada transisi menuju rezim suku bunga berbeda. Dia memperkirakan S&P bisa turun menjadi 2.000.

Emanuel mengatakan tidak khawatir akan kenaikan rate Fed. Dia mengingatkan akan perilaku pasar setelah kenaikan rate di era 1970-an. “Sekali Fed membuat gerakan pertama, rata-rata waktu puncaknya pasar ialah dua tahun, dan rata-rata kenaikan dari hari pertama ialah 33%,” katanya.

Di samping spekulasi bank sentral, pasar akan fokus kepada lelang 10-tahun Treasury $21 miliar. Fed juga merilis informasi tentang analisa modal yang penting tentang bank-bank besar setelah penutupan bursa.

Minyak mentah bisa menjadi rentan setelah American Petroleum Institute melaporkan Selasa sore penurunan mingguan pertama di dalam suplai minyak mentah dalam dua bulan.

Pasar juga akan mengamati perundingan antara Yunani, IMF, ECB dan Komisi Eropa terkait program bailout Yunani.

PT. BESTPROFIT FUTURES