http://www.antaranews.com

New York (ANTARA News) – Kurs euro menguat terhadap dolar AS untuk hari kedua berjalan pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data menunjukkan bahwa ekonomi Jerman kembali ke pertumbuhan pada kuartal ketiga.

Pengeluaran rumah tangga dan pemerintah yang lebih tinggi memungkinkan perekonomian terbesar di Eropa itu untuk menghindari resesi pada kuartal ketiga.

Data dari kantor statistik pemerintah federal menunjukkan produk domestik bruto Jerman untuk kuartal yang berakhir 30 September naik 0,1 persen.

Dalam tiga bulan sebelumnya, perekonomian telah menyusut sebesar 0,1 persen. Sebuah resesi didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut PDB jatuh.

Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, menggambarkan mata uang tunggal sebagai “stabil” setelah data Jerman.

Euro juga menguat pada Senin setelah data menunjukkan kepercayaan bisnis di Jerman naik untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada November.

Laporan ekonomi Amerika Serikat bervariasi. Departemen Perdagangan AS secara tak terduga menaikkan estimasinya untuk pertumbuhan kuartal ketiga, menjadi 3,9 persen dari 3,5 persen.

Sementara Conference Board mengatakan kepercayaan konsumen turun pada November dibandingkan dengan Oktober.

Omer Esiner, kepala analis pasar di Commonwealth Foreign Exchange, memperingatkan euro “masih rentan” dalam beberapa hari ke depan.

Data inflasi zona euro akhir pekan ini “kemungkinan akan memperkuat kekhawatiran tentang deflasi dan harus mempertahankan tekanan pada ECB untuk segera bertindak lagi dengan dukungan kebijakan lebih besar,” kata dia.

22.00 GMT (05.00 WIB) Selasa Senin

Euro/Dolar AS 1,2473 1,2439

Euro/Yen Jepang 147,18 147,10

Euro/Franc Swiss 1,2026 1,2025

Euro/Pound Inggris 0,7942 0,7921

Dolar AS/Yen Jepang 117,97 118,25

Dolar AS/Franc Swiss 0,9641 0,9666

Pound Inggris/Dolar AS 1,5704 1,5704