http://vibiznews.com

Seperti diketahui, sebelumnya, masih apda pekan ini telah dilaporkan bahwa kinerja manufaktur Jerman periode Juli 2015 masih berhasil mencatat laju ekspansi meski terpantau sedikit lebih lambat dari yang tercatat dibulan sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis oleh kantor Destatis Jerman tercatat bahwa skor PMI Manufaktur Jerman periode Juli lalu berakhir turun tipis ke skor 51,8 dari sebesar 51,9 yang tercatat dibulan Juni.

Namun, meski skor PMI manufaktur Jerman sedikit tergelincir pada Juli lalu, para produsen manufaktur di negara ini justru melaporkan bahwa pada bulan tersebut, praktek lapangan yang terjadi di sektor manufaktur Jerman justru berhasil menunjukkan konsistensinya pada fase ekspansi, selain itu ekspansi lapangan kerja yang tercipta dari sektor ini juga tercatat tercatat meningkat pada Juli lalu. (Lihat juga: Meski Sedikit Tergelincir, Prospek Bisnis Manufaktur Jerman Tetap Oke)

Masih kokohnya kinerja manufaktur Jerman hingga saat ini ditopang oleh kuatnya permintaan luar negeri berkat melemahnya nilai tukar euro terhadap mata uang mitra dagang utamanya. Melonjaknya jumlah permintaan ekspor terhadap Jerman ini cukup menangkis sinyal dan analisa yang mengatakan bahwa negara-negara di kawasan euro akan kesulitan dalam mencatat laju pemulihan di sisa akhir tahun 2015 ini. Dampak lain dari kokohnys kinerja di sektor manufaktur Jerman beberapa bulan terakhir yang selama ini menjadi andalan ekspor negara ini antara lain melonjaknya sejumlah pesanan pabrik hingga tercatat sebesar 2 persen pada Juni lalu dari bulan sebelumnya yaitu bulan Mei yang kala itu justru mencatat kontraksi sebesar -0,3 persen. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Germany Factory Orders

Sejumlah orderan terhadap pabrik di Jerman terlihat cukup mencatat lonjakan tajam pada Juni lalu sehingga hingga akhir tahun 2015 ini diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang moderat. Dalam rilis ini tercatat bahwa jumlah pesanan ekspor melonjak 4,8 persen pada Juni lalu menyusul pertumbuhan sebesar 0,3 persen yang tercatat di bulan sebelumnya. Pesanan dari kawasan euro tumbuh 2,3 persen dan permintaan dari negara lainnya tumbuh 6,3 persen pada Juni lalu. Namun jumlah permintaan domestik masih terus mencatat penurunan selama tiga bulan terakhir ini dimana pada Juni lalu tercatat turun sebesar 2 persen.

Rilis ini menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar euro saat ini cukup menguntungkan Jerman yang sampai saat ini masih menjadi negara andalan kawasan euro untuk menopang perekonomian di wilayahnya. Sementara itu sejumlah pesanan terhadap barang modal tercatat naik 3,7 persen, pertumbuhan ini adalah yang terbesar sejak Desember 2014. Sementara itu, jumlah permintaan atas barang setengah jadi justru turun 0,4 persen dan jumlah pesanan untuk barang konsumsi juga tercatat turun 0,6 persen.

Selama kuartal kedua tahun 2015 ini, jumlah pesanan pabrik berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 3 persen (qoq), dimana pertumbuhan pada Q2-2015 lalu lagi-lagi ditopang oleh kuatnya permintaan ekspor dari luar negeri terhadap Jerman. Sebagai informasi saja, semangat bisnis di negara ini secara tiba-tiba juga menunjukkan peningkatan di bulan Juli setelah kekhawatiran karena ketidakpastian mengenai krisis Yunani mulai mereda.