http://www.seputarforex.com

Pergerakan Euro (EUR/USD) terpantau bergerak konsolidasi dalam range yang terbatas pasca guncangan yang diakibatkan oleh bank Sentral Swiss (SNB) pada pekan kemarin. Selain itu, pasar menunggu dengan cemas mengenai pertemuan ECB pada hari kamis pekan ini, terkait rencana ECB yang akan meningkatkan program kuantitatifnya (QE) untuk mengatasi masalah deflasi yang melanda perekonomian di kawasan Zona Eropa. Jika hal peningkatan QE tersebut dilakukan ECB, jelas EUR/USD akan terjungkal kembali.

Euro anjlok ke level  1.14580 pekan kemarin, di mana level tersebut adalah level terendah dalam 11 tahun terakhir. Euro anjlok sebesar 30% setelah SNB secara mengejutkan mencabut kebijakan nilai tukarnya atas Euro, yang selama ini dipatok di 1.20 franc. Meskipun Euro menyentuh level terendah dalam 11 tahun, pasar Nampak enggan untuk melakukan aksi bargain hunting akibat spekulasi ECB yang akan menambah stimulus lebih besar lagi di pekan ini.

Secara intraday pergerakan Euro masih dikatakan berada dalam bearish trend. Mari kita lihat pada grafik Hourly (H1) Meta Trader di bawah ini, usaha rebound Euro terpantau masih di bawah dari indikator Alligator yang cenderung mengarah pada bearish trend. Pergerakan Euro diprediksi akan berada dalam kisaran 1.16480 sebagai resistance dan level 1.14590 sebagai support.